" />
Nana, Terkadang mulut terlampau lelah berkata-kata. Dan seringkali kecepatan gerak mulut tak sejalan dengan letupan-letupan pemikiran di kepala. Maka menulis adalah jawabannya.
seorang teman bertanya, kalo kamu belum yakin tentang suatu hal, kenapa kamu tulis?
mungkin ini jawabannya : ketidakpastian membuatku resah. aku suka bertanya dan entah kenapa selalu berharap jawab. ketika jawaban tidak kuterima aku ingin membunuh rasa yang tercipta karena ketidakpastian itu. tapi tidak bisa. tetap saja semuanya membuat resah.
lalu suatu ketika aku menuliskan semua ketidakpastian, keinginanku akan jawaban, pertanyaan-pertanyaan yang terus saja meletup dikepala. juga semua keresahan , jawaban-jawaban yang kuciptakan atas pertanyaan-pertanyaanku sendiri. semuanya.
lalu aku duduk diam membacanya. terkadang jawabannya sudah ada disana. ternyata. atau pertanyaan yang sebenarnya ada disana. pertanyaan yang tidak dikotori oleh jawaban ciptaanku sendiri sebelum sempat ditanyakan.
orang-orang kecil dikepalaku ternyata suka bercanda. mereka sering menyembunyikan jawaban-jawaban yang sebenarnya sudah ada. kadang juga merusak pertanyaan yang sedang aku coba buat. menyelimutinya dengan ketakutan dan kecemasan hingga yang terlontar adalah pertanyaan yang seringkali tidak ada gunanya. selain mencipta, sekali lagi, resah.