sudah waktunya belajar indonesia
belum beli apa-apa. belum tujuh bulan. pamali kata orang-orang tua. ngga baik beli ini itu sebelum waktunya. ntar ada kejadian yang kurang baik.
pasti ada alasan-alasan baik di balik larangan itu. sama seperti larangan-larangan sejenis jangan makan dipintu. anak cewe jangan makan sambil jalan. bla bla bla.
eniwei moga-moga bukan karena alasan ngga baik nyiapin ini itu sebelum waktunya kalo penanganan bencana alam di jogja yang carut marut kurang begitu err.. profesional.
tentu saja yang namanya bencana selalu datang tiba-tiba. tapi persiapan bisa dilakukan sebelumnya kan? so kapan ya kita punya yang namanya contingency plan? you know setelah pelajaran besar yang kita terima melalui bencana di aceh dan nias, bukankah sudah waktunya kita punya contingency plan untuk insiden-insiden semacam ini?
soal bantuan, sepertinya kita masih patut bangga memiliki fellow countrymen yang despite of the rather bad situation masih banyak sumbangan-sumbangan terulurkan untuk saudara-saudara kita di jogja. cuman jangan sumbangan (duit) banyak masuk, kita jadi panik gimana nyalurinnya.
bayangkan kalo kita punya contingency plan, kepanikan yang berakibat pada kekurangprofesionalitasan dalam mengatasi situasi sejenis tentu akan sangat jauh berkurang. kita akan tau kebutuhan-kebutuhan macam apa yang paling diperlukan, bagaimana cara menyalurkannya dengan efektif dan efisien, langkah-langkah apa yang musti ditempuh, jenis kerjasama antar departemen yang berkepentingan jadi ngga ribut kerja sendiri-sendiri, cara evakuasi korban, langkah-langkah membuat prioritas penanganan korban dll.
intinya jangan karena sibuk panik sampai-sampai bantuan telat atau bahkan ngga nyampe hingga banyak korban yang jatuh bukan hanya karena bencananya tapi juga karena tidak segera mendapatkan bantuan. hmmm... apalagi kalo malah sibuk mencurigai agenda dibalik pemberian bantuan dari negara lain. harusnya kita ngga usah sibuk repot ngurusin agenda-agenda itu, kalopun ada, to? yang penting bukannya kita penerima bantuan gimana memanfaatkan dan mengelola bantuan yang masuk? aduh ini bahasan lain keknya. next time.
my thoughts and prayers are with my fellow countrymen in jogja. be strong!
6 Responded
iya.. gw juga bingung,na.. di tivi2 banyak skali yg blang belon ada bantuan.. tapi temen gw yg jadi relawan, malah bilang.. dsini ga usah dulu deh ngirimin bantuan lagi, kcuali duit..krn banyak bantuan yg terbuan mubazir.. duh..krn susahnya birokrasi??
satu lembaga dlm kurun wktu 3 hari udah ngumpulin 14 milyar rupiah, trus kmana semua itu larinya? :(
Berita dari Klaten: bagian kota makanan berlimpah, perekonomian masih lancar. Tapi di pelosok Klaten parah. Bantuan dari kota dijarah di tengah jalan. Ini juga yang mengakibatkan daerah super pelosok tidak sempat kebagian. Memang susah. Mestinya yang mengantar bantuan bukan sukarelawan tapi militer. Mau menjarah? Tembak saja. Berkurang satu perut yang kelaparan (ih.... sadis).
Negara ini memang kurang tanggap dalam menyelesaikan suatu masalah bencana seperti sekarang ini.
Birokrasi BANGSAT!!!!!
my prayers and thoughts are to those in the site.. and whoever have relatives in there
bencananya kan berturut turut jugaK...
di jember jugak kenak kok...
tapi ya teteb gitu deh (gap propesiyonal)