singkapkan tirainya!
sudah beberapa kali saya membaca (dan mendengar orang mengucapkan) kalimat seperti apalagi sebagai sesama perempuan harusnya bersimpati kek ... atau kan itu peraturan dibuat untuk kebaikan perempuan, harusnya sebagai perempuan bla bla bla bla
jadi untuk menentukan pilihan ataupun mengemukakan pendapat dan pandangan harus selalu berpatokan pada keperempuanan saya? bahkan hal yang salahpun harus saya bela karena ada persamaan sebagai sesama perempuan?
membayangkannya pun sudah sungguh mengerikan. ketika *solidaritas* membuat kita membabibuta membela sesuatu. sebagai sesama perempuan, sebagai sesama pemeluk agama a, agama b, bla bla bla, sebagai sesama orang a, orang b, dll.
8 Responded
hehehhee... emang iya kan? pertanyaannya: ini solidaritas, atw kita mencari fortress untuk paranoia kita sendiri?
ah, embuh.
Sebagai sesama Kopaja dilarang saling mendahului... :D
Nama saya Fernando, saya berasal dari negeri alam sana.
Salaman.
walah wong-wong kie senengane ancene golek bolo. yen bolone wes akeh njut diajak nggrudug. oh iyo Buk. bebek kayu tangan ancene SYIBB!!
too many theories... tiring... just do what you want others do to you... dah gitu aja... ;)
bwahaha. saya ndak percaya dengan keperempuanan saya. oh btw, akhir2 ini saya juga ndak peduli orang mo bilang apa aja.
makin 'kesini' makin gak peduli tuh orang mo omong apa.
karena jaman sekarang kebanyakan orang itu cuman mau cari pendukung aja alias AIB (Asal Ibu Senang) ..... hahahahaha apa coba. Jadi be my self aja lah yang penting gak nyakitin orang lain.
Hidup kemandirian !!!!!
sebagai sesama istri, ini nih yg plg sring di denger. klo ibu-ibu pd curhat. mungkin dipikir dengan begitu akan dapat pembelaan yang dramatis kali yah *ah embuh ah*