tidak perlu utopia
kemarin di locker sehabis makan siang, dia mendekati saya lalu membuat tanda salib dan menunjuk saya sambil mengucapkan kata yang tidak terlalu jelas tapi saya tau dia bertanya : ibu kristen?
saya menjawab iya dan bertanya apakah dia juga seorang kristen. ternyata dia seorang pemeluk agama hindu. (saya tidak bertanya kenapa dia bertanya tentang hal itu)
saya selalu sudah lebih dulu terkesima dengan pertanyaan-pertanyaannya dan keramahannya menanyakan apakah saya sudah makan, apakah saya sibuk dikantor, dll. bahkan suatu kali dia memuji saya cantik ketika dia mendapati saya sedang menyisiri rambut panjang saya dikantor.
bukan ini bukan soal pujiannya saja tapi lebih kepada perhatian dia.
seberapa sering kita yang punya suara membuat hidup orang lain di sekitar kita jauh lebih menyenangkan dengan perhatian kita? dengan pertanyaan-pertanyaan kecil seperti yang dia lontarkan yang selalu sukses membuat senyum di bibir saya dan perasaan hangat di dalam dada.
8 Responded
bahkan suatu kali dia memuji saya cantik ketika dia mendapati saya sedang menyisiri rambut panjang saya dikantor.
ahhh... dasar aja lo narsis... *ngeloyor*
betapa kuatnya kata-kata...
hmm.. jegeg. ya sih, na. sayang daku tidak minat sama kau. hihihi. maunya naksir, tapi gak bisa.
begitukah? saya malah takut orang ngerasa risih dengan perhatian saya, belagak cuek..padahal benernya saya ini cukup perhatian ke keadaan sekitar loh *wink wink*
WHAT IS LOVE? sinceramente ne3o sei pois eu ne3o fae7o as ldegneas sf3 resta aguardar mesmo,Por isso escreve legenda em portugueas mais alem,vou trabalhar t+.
hm.... hal-hal sederhana yang memiliki sejuta makna.....