stimulasi pikir
bangun tidur masih dengan kriyip-kriyip akibat pac..eh ngobrol di telepon ampe jam tiga pagi ketika membaca oplen mesej dari ndoro kakung ndorokakung.com, be there or be behind. wawawawa... i knew it, pas bangun udah ngerasa something big is taking place *halah*
bah! setelah kriyip-kriyip sedikit terhapuskan langsung daaangg! jan rugem tenan wingi kae wis nganti berbusa-busa mengadakan dialektika eh pembinaan tentang indahnya dotcom termasuk berkolaborasi dengan ciamik betul bersama sir disini, jebule diam-diam ndoro sudah mengadakan gerakan bawah tanah pindahan. beuh!
lhaaaa saya kok jadi inget guru-guru yang sempet mengeluhkan nasibnya kemaren itu. saya salut bener je sama guru-guru itu. bukaaaaaaaann, bukan cuman masalah pengabdiannya. ini masalah kerendahhatian mereka untuk ngga selalu menunjukkan ketahuan mereka (kok rasanya aneh ya kata ini? ehm) maksud saya pengetahuan mereka.
kadang kan mereka bertanya ataupun memberikan kesempatan kepada para murid untuk mengemukakan pendapat, jawaban, pemikiran atau apalah itu. yang gini ini sulit ketika ego sebesar gunung pengennya jadi the know all. lak iya to?
lho? terus apa hubungannya ama ndoro kakung?
lha kan udah saya bilang tadi, kemaren itu saya sempat berbicara-bicara dengan ndoro soal sebaiknya dia pindahan ke dotcom. lha jebulnya ternyata beliau itu pas saya asik ngoceh rak pasti sedang pindahan to? wong pembicaraan terjadi hari sabtu, senin udah ada aja ndorokakung.com
harusnya bisa aja waktu itu dia bilang, udah kok nduk saya udah mau pindahan. tapi tidak. dia membiarkan saya sok tau dan nggaya mengemukakan segala macam sudut pandang demi (saya pikir) mempengaruhi beliau untuk berdotcom ria. wah salut lagi saya. menjura.
ehm menurut sampeyan kapan pemerintah bisa kayak guru-guru dan ndoro ya? yang meski tahu ndak selalu merasa yang paling tahu?
ps. one lost soul left, c'mon kamerad. perjuangan belum selesai. hihihi...
9 Responded
nana, bagaimanapun juga kamu sudah memberikan pencerahan [bukan pembinaan] yang baik. setiap pekerjaan baik, kata para leluhur, tak pernah sia-sia. dan aku toh tetap mengagumi sebagai orang yang baik ... :D
dasar terorisssss!!!!! tunggu bntr lagihhh itu aprikot juga bakalan ber com ria :D
ndoro kadal pengadal kadal-kadal lainnya. ya sudah, masih ada satu lagi yang belum itu.
lagilagi bikin teringat pada cintalamaku gaya tulisanmu, ibu.
seperti pulang ke rumah yang tidak pernah kubangun temboknya, tapi menghangatkan demam meriangku setelah hujan pertama di negeriku.
Wadouh..
Baru seminggu ajar ngeblog..ternyata sudah ada tren eksodus ke dotcom-an
wait for meeeeeeeeeeeeee!
huhuhuhu...tunggu dakuu... sedang menyiapkan tampilan yang baru... *mupeng*