tidak
saya sedang bercerita dengan menggebu-gebu tentang bagaimana menurut saya orang sering keburu salah mengerti pikiran saya dan mencap saya dan pikiran saya dengan ini dan itu. saya menganggap pikiran merekalah yang tidak bisa dimengerti.
when struck with this,
cara pandang yang beda, konklusi yang berbeda.
huk!
iya ya? ketika saya berpikir mereka salah mengerti saya dan pikiran merekalah yang tidak bisa dimengerti, saya kan ngga beda dari mereka yang menganggap pikiran saya tidak bisa dimengerti dan saya salah mengerti pikiran mereka?
pintu untuk dialektika? sepakat untuk tidak sepakat nantinya?
terukur sebagai hebatkah ketika mampu mematahkan argumen? perlukah tampil dengan segala hebat untuk menjadi hebat?
3 Responded
hahahaha.. somehow i posted a similar thought in my own site. muses think alike! *tosssssss*
apakah emosi diperkenankan ikut serta dalam sebuah dialektika, atau itu hanya ruang untuk logika?