junkie agama

Jotted down on 18 December 2006 00:46

pills.jpg kalo cuman minum obat tapi kualitas hidup tidak dijaga ya buat apa? mustinya selain minum obat, si pasien juga harus tetap menjaga kalo tidak meningkatkan kualitas hidupnya. istirahat yang cukup, jangan menforsir diri, menghindari hal-hal yang bisa memperburuk penyakitnya dan banyak lagi, selain relatif lebih cepat sembuh, bukan tidak mungkin penyakit yang sama tidak akan pernah kembali.
saya manggut-manggut mendengarkan penjelasan dokter perusahaan yang sedang menjelaskan pentingnya tindakan pencegahan dan perbaikan kualitas hidup.

hmmm.

obat dan penyakit. seperti masalah dan agama di negara kita?

jadi inget komentar seorang teman tentang kecenderungan banyak orang indonesia yang menganggap agama adalah segalanya, meyakini bahwa agama adalah solusi dari segala masalah yang dihadapi manusia. padahal kenyataan justru sudah menyaksikan bagaimana di banyak kesempatan para pemeluk agamalah yang seringkali menjadi permasalahan tersendiri yg harus ditangani.

karena agama sudah terlalu sering kita pahami sebagai segepok dogma sumber segala kebenaran mutlak? meyakini bahwa semua sebaiknya tidak dipertanyakan karena kita sedang bicara tentang tuhan?

hmmm.. terpikirkan kenapa kira-kira di cerita rakyat suatu daerah karpet bisa menjadi kendaraan dan di cerita daerah lain lesung penumbuk padi yang jadi pilihan?

mungkinkan karena mau tidak mau harus diakui bahwa sejarah kehidupan manusia terpahat juga karena local particularities, hal-hal yang ada di tengah-tengah masyarakat? termasuk pengaruhnya pada perkembangan agama? bahwa beberapa unsurnya mungkin saja sesederhana hal-hal yang merupakan local particularities and not at all about what god permits, god forbids?

nah, apa jadinya ketika semua detilnya diwacanakan sebagai nilai universal. kebenaran mutlak. tanpa pernah disaring meskipun jaman terus melaju dan konteks berganti tiap musim? apa ga agama sebagai obat untuk banyak masalah itu akan sangat-sangat mengerikan efeknya? junkie agama ga tuh! main hajar obat begitu saja. menganggap sebagai satu-satunya solusi yang akan ajaib menyelesaikan segala perkara. lupa kalo semisal obatnya mengandung beberapa local particularities yang belum tentu punya pengaruh sepositif di daerah asalnya atau tak sepositif di perkara lainnya? tapi tentu obatnya tidak salah.

a tribute.

pic is from here.

10 Responded

gituchka
18 December 2006 11:58
gituchka , says:

jd agama ga penting? *koment njiplak dr hasil cettingan* :P

Mbilung
18 December 2006 11:30
Mbilung , says:

sekerat besar bolu lezat yang bermanfaat bagi tubuh, harus dikunyah benar agar dapat manfaatnya. Ditelan sekaligus, yang makan malah bisa mati .... keselek.

dewi
18 December 2006 11:39
dewi , says:

mungkin bukan ga penting, bu.. *lirik gita*,
hanya saja sekarang tergantung pada konteksnya, karena eniwei..mana ada seh agama yg mengajarkan hal jelek? ( bedanya ma obat, yg beberapa diantaranya mengandung zat kimia :P)

IMHO, agama itu sendiri sebenarnya terlahir dari kondisi masyarakat yang mendukung kelahiran agama tersebut pada masanya. nah, karena itu, agama memang ga bisa dipatenkan begitu saja, karena jaman sendiri sudah berubah bukan, dan terima kasih, untuk agama yang begitu fleksibel, meski sayang sekali ga diukung oleh fleksibilitas pemeluknya. meksi kadang ga jarang, fleksbilitas agama akan mengacu pada..semakin longgarnya sebuah norma.

ah, lagi2 kembali ke masing2 pemeluknya. mo di tanyakan sejauh mana kebenarannya, atau stuck dengan pemahaman yang begitu2 saja? makanya aku menulis komen ini dengan.. IMHO..

duh, laper.. makan yukkkk... *ilang fokus* :D

anima
18 December 2006 12:56
anima , says:

hmm... setuju aja deh..
*pura-pura ngerti lagi..*

vino
18 December 2006 13:33
vino , says:

Tuhan ga butuh untuk disembah. atau diikuti ajarannya.
manusialah yang memilih ajaran mana yang bisa membuat pikirnya terpuaskan. kalo sudah memilih, setiap pilihan ada konsekuensinya toh
dan hal itu bukan hanya masalah agama

so bukan Tuhan atau ajaran yang memaksa,
tapi, manusia yang memilih,
dan kalo manusia merasa terpaksa,... kenapa memilih ???

Hedi
18 December 2006 15:53
Hedi , says:

Itulah karena banyak orang yang keliru mempraktekkan kehidupan beragama, justru melahirkan sebuah pameo bahwa "beragama itu candu."

ndoro kakung
18 December 2006 19:12
ndoro kakung , says:

yang saya tahu, satu-satunya universitas bergama itu cuma Universitas Dr Moestopo Beragama. Sekolah lain ndak beragama ... *gak penting ya* :D

ben
18 December 2006 19:24
ben , says:

sangat menarik.
sebuah perspektif yg kritis.
but don't forget, such things are still debatable.
di pasar bebas ide-ide,tak dikenal yg namanya "finishing touch".
ide-ide harus terus bergerak dan berdinamika.
dalam dunia ide, "keyakinan" adalah bakteri yg harus diusir.ia hanya akan melahirkan dogma yg membuat pikiran mandul.entahlah!

tito
18 December 2006 20:30
tito , says:

pasti ini bukan ngomongin obat....:P

doeljoni
19 December 2006 10:53
doeljoni , says:

agama atau faham akan agama? :D

faham adalah versi penafsiran akan sebuah agama
jadi bukan agama itu sendiri

bila agama adalah sebuah kebenaran,
maka faham adalah sebuah versi penafsiran akan kebenaran
dan bukan nya kebenaran itu sendiri

banyak orang menyembah fahamnya sendiri

ameen agama junkies !

Give Me Some Thoughts




Remember Me?

(you may use HTML tags for style)


ABOUT THIS ENTRY

You are reading "junkie agama", an entry Jotted down on 18 December 2006 00:46

Next:
ayo komen di blog seleb!

Previous:
beda

See my other thoughts or back to start page.