aphasia
selain urusan naik timbangan tiga kilo (yaiks!), pengalaman tinggal dan bekerja di timika membuat saya mengalami satu hal yang lumayan tak terlupakan. kemampuan berbahasa inggris saya mundur. aslinya ga jago-jago amat juga sih. hehe.
awalnya saya sadar ketika ngobrol dengan seorang teman (hi mister! thanks for the trigger, udah balik lagi kemampuannya :D) rasanya sulit banget membalas obrolan dia dalam bahasa inggris, bahasa yang selalu kita pakai kalo sedang ngobrol sana sini.
ga tau deh kenapa.
apa karena snail pace kerjaan di timika sana ya? atau karena ga pernah chatting? uh oh.
rasanya perbendaharaan kata saya mendadak lenyap. dan yang ingetpun, susah sekali menggabungkannya dengan kata lain hingga bisa menjadi kalimat. aphasiakah? hehehe tentu tidak. itu hiperbola sekali.
jadi ngerasa bodoh sekali. (padahal emang bodoh :p)
bayangkan. proses berbicara dalam bahasa inggris mundur sekali menjadi proses memikirkan satu kalimat dalam bahasa indonesia lalu menerjemahkannya dalam bahasa inggris sebelum kemudian terucapkan dalam bahasa inggris. doh!
saya benar-benar pengen tau kenapa. kehilangan rasa bahasa? pernah ngalamin ga?
aku yang sekolah pake basa inggris aja.. kalo udah libur seminggu.. langsung "blank" kok.. tenang aja.. *mencari pembenaran* :P