titik
Jotted down on 18 April 2007 21:14
... maafkan jiwa yang hanya mampu mengingat ketika sekali waktu dulu, setia menunggumu diujung jalan itu. maafkan jiwa yang memilih bahagia tanpa kalau saja...
Terkadang mulut terlampau lelah berkata-kata. Dan seringkali kecepatan gerak mulut tak sejalan dengan letupan-letupan pemikiran di kepala. Maka menulis adalah jawabannya. ∼ nana.
... maafkan jiwa yang hanya mampu mengingat ketika sekali waktu dulu, setia menunggumu diujung jalan itu. maafkan jiwa yang memilih bahagia tanpa kalau saja...
You are reading "titik", an entry Jotted down on 18 April 2007 21:14
Next:
katanya
Previous:
pelabuhan
See my other thoughts or back to start page.
pilihanmu, puja ?