kemana perginya sopan?

Jotted down on 3 July 2007 17:40

cepet to yo, lha po supire dikon ngenteni? elek wae kok yo kemayune pol!
(cepat dikit dong, emangnya supirnya disuruh nunggu? jelek aja kok sok cantik!)

konsumen itu raja? tanyakan ke seorang ibu yang diteriakin supir bis jogja solo dengan kasar ketika turun dari bis dengan perlahan.

11 Responded

noOne
3 July 2007 20:59
noOne , says:

...
in the time when respect come just for those who posses power, or

aRdho
3 July 2007 23:23
aRdho , says:

:-S parah..

Herman Saksono
4 July 2007 07:37

Bagi pedagang jawa kuno, konsumen itu musuh yang harus dimarahi

Dian
4 July 2007 09:18
Dian , says:

unbelievable...

peyek
4 July 2007 15:04
peyek , says:

wah... throw it with the black stone

lenje
4 July 2007 20:32
lenje , says:

kenapa ya baca kalimat itu mulutku otomatis misuh?

(ketauan emang aku orang endonesah asli yg gak sopan, hihihi...)

tito
4 July 2007 23:15
tito , says:

welcome to java :|

vino
6 July 2007 10:14
vino , says:

:) kadang perut menyetir pikir.

awidya
10 July 2007 17:44
awidya , says:

memang sudah saatnya para pengusaha angkutan umum (bus dan angkutan publik lainnya) memberikan pelajaran dan pengajaran kepada para karyawannya khususnya crew bus dan angkutan publik untuk lebih memperdulikan pelanggan kalau perlu menyisihkan budget untuk mengundang para trainer "menghajar" mereka tentang "how to behave", bukan cari untung doang dalam rangka meningkatkan service. disaat bidang lain sudah bicara tentang customer experience is priceless tapi pengusaha angkutan publik masih mengutamakan keuntungan sendiri meningkatkan service pun jauh panggang dari api kalaupun ada customer experience itu merupakan experience yang "mengerikan", "kasar", "tidak sopan" yang memberikan kenang-kenangan buruk bagi para penumpang. itulah potret transportasi public kita, masih berwarna buram seperti warna aslinya.

rebel
11 July 2007 12:39
rebel , says:

kadang persoalannya.kelas proletar tidak punya pilihan untuk tidak memakai jasa angkutan yang menurut pujangga "service marketing" sangat buruk kelewatan sekali.buramnya wajah negeri ini adalah refleksi busuknya hati pengelola negeri "kacung" ini, yang tetep tuli "dan semoga tuli beneran" terhadap jeritan orang kecil yang membesarkan mereka.

ngga bisa lebih setuju lagi :)
always ratna
23 August 2007 12:55
always ratna , says:

Terjadi juga di Jakarta, dan sekitarnya, dan sekitarnya
:(

Give Me Some Thoughts




Remember Me?

(you may use HTML tags for style)


ABOUT THIS ENTRY

You are reading "kemana perginya sopan?", an entry Jotted down on 3 July 2007 17:40

Next:
tanpa headlines

Previous:
1000 km lebih

See my other thoughts or back to start page.