penunggu pohon

Jotted down on 15 October 2007 08:24

Bloggers Unite - Blog Action Day Sejak beberapa waktu yang lalu, kantor kami menggunakan kertas printing dan photocopy yang warnanya kuning lembut. Ngga putih seperti biasanya. Dan sedikit lebih tipis.

Menurut bagian purchasing, kertas tersebut adalah kertas daur ulang. Bikinan denmark.

Tumben saya liat. Biasanya kertas daur ulang yang saya liat kringkel-kringkel dan tebel, kayak abis dikruwel-kruwel dan lupa disetrika.

Yang ini cakep. Licin dan warnanya bagus.

Info lanjutan .. harganya lebih mahal dari kertas hvs yang biasa kami pake.

Demi kelestarian alam.

Saya manggut-manggut ndak mudeng. Pokoknya blablablabla.. meski mahal kita akan pakai.

Udah dijelasin padahal kemaren oleh seorang teman dengan semangat pelestarian lingkungan demi masa depan anak cucu kita di masa yang akan datang.

Sepertinya manusia-manusia kecil di kepala saya belum menemukan space kosong untuk menyimpan informasi yang satu ini. Kejadiannya sama dengan informasi-informasi tentang emisi gas, pemanasan global, efek rumah kaca, Indonesia yang mau minta duit apa gitu dari Negara-negara maju atas rusaknya hutan-hutan di indonesia. Mbulet gitu aja di kepala saya.

Saya tidak peduli terhadap lingkungan hidup?

Eits.

Saya peduli kok. Nyatanya saya pake kertas daur ulang (yang dibeli kantor itu!)

Tapi sungguh saya jadi prihatin kalo penjelasan tentang menjaga lingkungan hidup begitu susah dimengerti.

Penjelasan ilmiah dan berpanjang lebar menjabarkan semua detil mungkin merupakan jawaban. Tapi mungkin juga bukan. Karena bisa juga memusingkan dan membuat orang tidak ambil peduli.

Tidak, saya tidak protes tentang artis-artis yang mendadak menjadi duta lingkungan. Yang cukup sekali membersihkan salah satu daerah kumuh lalu gemanya hilang tertiup asap.. pembakaran sampah?

Saya juga tidak protes kalau Negara kita tercinta ini akan meminta dana dari Negara-negara berkembang atas kerusakan hutan-hutan kita. Saya tidak akan protes ataupun berusaha mengembangkan volume otak saya untuk lebih mengerti logika atas permintaan dana tersebut apalagi cara pemakaian dana tersebut nantinya.

ah saya jadi teringat cerita salah satu pemuka adat di desa yang saya kunjungi suatu ketika dulu. Dia bercerita bahwa di daerahnya, untuk menebang sebatang pohonpun, seseorang harus meminta ijin dari para tetua adat. Bahkan ketika pohon tersebut tumbuh ditanah yang notabene miliknya sendiri. Setelah ijin didapatkan harus melalui beberapa proses lagi seperti upacara sebelum menebang pohon yang dimaksud dan setelahnya menanam bibit pohon baru. praktek yang sangat bagus dan sangat mendukung program pelestarian alam kan?

benernya jawaban atas banyak persoalan sudah ada ya?

okelah kampanye tidak bermobil selama satu hari setahun dilaksanakan. tapi itu cuman buat yang biasa berkendaraan kan? mustinya disaat yang sama adat tidak menebang pohon sembarangan (bahkan atas nama takhayul yang mempercayai setiap pohon ada penunggunya!), adat untuk tidak menjual tanah (terutama yang produktif!) dan adat-adat sejenis juga selalu dilestarikan.

entahlah. saya kok jadi sok tau gini.

16 Responded

melly
15 October 2007 10:43
melly , says:

kadang aku bingung kalau pohon begitu dilestarikan, kenapa tidak ada jor2an usaha buat melestarikan manusianya? atau aku ini juga sok tau ya... uuuu

manusia rasanya udah ga perlu (terlalu) dilestarikan soalnya udah banyaaak aja gitu sampe ngabisin tempat pohon tumbuh, diubah jadi tempat tinggal :D
adri
15 October 2007 14:02
adri , says:

kertas daur ulang ya..... bagus juga tuh kantornya. mendukung penghijauan atau ngapain tuh...

untuk pelestarian alam katanya mas!
ndoro kakung
15 October 2007 16:14
ndoro kakung , says:

belakangan ini posting-nya mulai agak panjang. hasil ikut latihan di ubudkah?

bukan dong. ini karena nyontek ndoro *kalem*
timpakul
15 October 2007 20:56
timpakul , says:

kayaknya saat ini penunggu pohon udah pada takut dengan buldozer... ^_^
btw, kapan ya kertas daur ulang menjadi lebih murah..

Mbilung
15 October 2007 21:03
Mbilung , says:

selamat bersibuk-sibuk jadi tuan rumah kopdaran IPCC ... pada pake kertas daur ulang ndak ya itu orang-orang?

mina
16 October 2007 03:17
mina , says:

kertas daur ulang yang mahal :) jadi inget buku Harry Potter yang dicetak pakai kertas daur ulang.

merahitam
16 October 2007 04:12
merahitam , says:

Setuju. Kenapa pembahasan soal lingkungan dan tetek bengeknya itu selalu ribet dan bikin pusing ya? Mungkin saatnya para duta lingkungan itu menyederhanakan bahasanya, biar saya dan orang-orang seperti saya jadi mudeng. :d

Dan satu lagi, kebiasaan-kebiasaan lama yang bagus, mestinya tetap dipertahankan. Hanya alasannya saja yang harus diubah.

lenje
20 October 2007 02:11
lenje , says:

>>Saya juga tidak protes kalau Negara kita tercinta ini akan meminta dana dari Negara-negara berkembang atas kerusakan hutan-hutan kita. Saya tidak akan protes ataupun berusaha mengembangkan volume otak saya untuk lebih mengerti logika atas permintaan dana tersebut apalagi cara pemakaian dana tersebut nantinya.

.. er, dana itu sih dimintanya dari negara maju da, kalo berdasar Kyoto Protocol.

Kalo soal pemakaian dananya gimana, nahhhh... itu juga pertanyaan sejuta dollar. Tapi karena toh komitmennya juga belum sepenuhnya terlaksana, pertanyaan sejuta dollar juga jadi pertanyaan hipotetis. Daripada ngayal2 kayak mo menang lotre, mending mikir apa peraturan yg di dalam negeri untuk kepentingan kita sendiri juga udah dijalanin. Mulai dari AMDAL, penjagaan konservasi hutan (gimana caranya supaya bisa tetep conserve hutan tapi tetep nyediain lapangan kerja?), dll dll dll.

eh ahiehiahie salah maksud, otak udah maksud maju ngetiknya kok berkembang yes? doh!
harys
21 October 2007 01:04
harys , says:

Kertas daur ulang = penyelamatan lingkungan
pake kertas daur ulang = penyelamatan perusahaan ???
lha kalo pake kertas daur ulang brarti beban perusahaan bertambah secara lebih mahal harganya...trus yg nylametin perusahaan sapa dong?
harusnya lebih murah ya harganya masak barang bekas lebih mahal dari aslinya ^_^

yay!
21 October 2007 03:04
yay! , says:

kertas bisa didaur ulang dari beling kah? banyak beling nih berbentuk botol berwarna hijau di kantor..

milka
23 October 2007 01:05
milka , says:

dulu.. ada yang pake kertas daur ulang buat bikin newsletter dan.. bangkrut. tapi tempat kerjamu gak bangkrut kan, na?

hehehee...

Anang
26 October 2007 04:47
Anang , says:

pake kertas daur ulang berarti menghemat pohon... menyelamatkan lingkungan dari efek yang lebih berbahaya..

imcw
27 October 2007 01:12
imcw , says:

Mari kita jaga hutan kita. Sudah diingatkan dengan banjir koq masih bandel.

anton
29 October 2007 17:38
anton , says:

ya, dan marilah ke bumi. kita bikin sesuatu yg lebih nyata di bali. misalnya: AKSI TANAM MANGROVE BLOGGER BALI.. setubuuuuh? :p

KeSEMaT
22 December 2007 22:04
KeSEMaT , says:

Salam kenal dari kami, pecinta mangrove Indonesia. Kunjungi juga KeSEMaTBLOG http://kesemat.blogspot.com. It's all about magrove stories. Mari kita galakkan kampanye tentang mangrove. Salam MANGROVER!

arum
6 June 2008 13:02
arum , says:

Bingung amat sich mikir kertas daur ulang.Ya jelas aja lebih mahal,secara kwalitas bgus gtu lho n buatan denmark.

Give Me Some Thoughts




Remember Me?

(you may use HTML tags for style)


ABOUT THIS ENTRY

You are reading "penunggu pohon", an entry Jotted down on 15 October 2007 08:24

Next:
pesta blogger 2007

Previous:
manis itu

See my other thoughts or back to start page.