agama itu mainan murah
pernah berantem ama temen jaman masih kecil dulu gara-gara bawa-bawa profesi orang tua pas cela-celaan? yang most often than not jadinya end up berantem ga puguh? pernah?
kebanggaan terhadap orang tua yang terus ada hingga kita bertambah usia, meski semakin dewasa semakin subtle tidak lagi mengebu-gebu seperti kanak-kanak.
(... dan ya, selama proses dari gaya kanak-kanak hingga yang subtle, sekalipun tidak pernah terpikir untuk mengganti papa kita dengan papa orang lain, kan? well kadang-kadang mungkin bayangin enaknya kalo punya papa seorang bill gates misalnya)
tapi ada jenis kebanggaan yang mengingatkan pada kebanggaan gaya kanak-kanak itu. kebanggaan yang dimiliki orang-orang yang usianya tidak bisa lagi dibilang kanak-kanak. membanggakan agama masing-masing dan menafikan agama orang lain. dan ... berantem ga puguh.
entah kemana perginya segala penjelasan bahwa ini soal keyakinan...
i guess some people never grow up.
pemicu konflik paling murah di republik ini. definisi.
9 Responded
ahhh.. bisakah dengan demikian kita buat slogan pariwisata baru menyambut Visit Indonesia Year 2008?
"INDONESIA: THE NEVERLAND"
(because people don't grow up there)
eh, keren juga yak.. *terkagum2 sama diri sendiri*
So is/was your Dad a doctor, an army member or ... a blogger?
Considering the question of "what is your blog address?" is now as important as "What is your job?" question
:D
makanya ada yang menganggap kolom agama di ktp itu menggelikan ... sekaligus mencemaskan.
kayak gini ya ndoro?
Membela agama. Membela keyakinan. Membela kelompok. Semua terpaketkan dalam "membela Tuhan". Pertanyaan anak kecil: apakah Tuhan masih perlu pembelaan?
iyah setuju ama paman tyo, apakah Tuhan butuh dibela? Tuhannya mungkin biasa aja, tapi umatnya malah menimbulkan kekacauan beralaskan agama.. :(
kadang kita juga menilai agama kita agama yang damai, menilai agama memang sulit...orang barat bilang agama tertentu agama terosist memang kebanyakan orang memandang stereotif pada satu kasus. mungkin penyebabnya kepercayaan mereka pada kitab suci baru yang bernama "media massa". tanya jujur pada dirikita sejujur-jujurnya, manakah agama yang sebenarnya? mana tuhan yang pantas disembah?tanya kenapa?
agama ...
cuma jadi mainan aja
bo ya sing eling ...?, kalo masih ngaco perlu direparasi otaknya, agama tu gak ngaco. yang ngaco itu orang-orangnya...orang ngaco kok ngomongin agama. kpiye tokh nduk...?
mungkin "sisi lain" tidak seutuhnya begitu.
sebagaimana kita "meminta" arif kepada pelaku beragama, kita pun "diminta" arif menilai mereka.
*seriouuuuuuus mulu nih, Adek*