in memoriam
sejak kemarin semua bentuk media massa disesaki pemberitaan soal kematian mantan presiden republik ini.
semuanya membuat saya berpikir tentang satu hal saja. kenapa saya tidak punya ikatan rasa jenis apapun dengan apa yang sekarang tengah berlangsung?
ah saya tau sebabnya. ini semua berhubungan dengan pengalaman buruk dimasa kecil saya yang disebabkan oleh seseorang yang akan dikebumikan hari ini di daerah karanganyar.
di pikiran saya yang waktu itu masih sd mungkin tidak sampai berpikir tentang manusia macam apa yang sampai hati membuat anak-anak kecil menghabiskan waktu berjam-jam berpanas-panasan berdiri dipinggir jalan sambil mengibarkan bendera kecil dan memajang muka senang. yang pasti saat itu saya sungguh-sungguh merasa tidak senang.
di kemudian hari saya lebih tahu siapa yang saat itu kami tunggu dan setelah berjam-jam menunggu batal melewati daerah kami.
kalau anak-anak kecil diibaratkan kertas putih untuk ditulisi, seseorang itu gagal menorehkan catatan bahwa seseorang layak dihormati kalau dia sudah terlebih dahulu menunjukkan rasa hormat terhadap yang lain.
11 Responded
waduh mba... beliau tuh perlu di hormati juga, beliau dah meninggal jangan ungkit jeleknya tapi liat segala jasa-jasa dan kebaikannya
yg gw inget selain bendera2 kecil dan berpanas2an itu; jalanan dibersihin sampe ga satu pun rumput yang boleh tumbuh, bikin pagar baru, dicat merah-putih, ibu2 nyiapin kebaya seragam, pak kepala desa sibuk ngumpulin orang dan dibagiin kaos warna kuning (ga gratis)...dan dia ga jadi datang
lebih baik kita melihat sisi positif nya dari pada negative nya............
karna setiap manusia ngak akan pernah luput dari kesalahan....
:) :) :)
Saya rasa kesalahan dan kebaikan harus tetap kita perhatikan, karena itu membantu kita memahami permasalahan dunia secara arif. Arif disini bukan berarti sok memaafkan, tetapi berimbang dalam menyikapi tiap permasalahan.
Melihat kejahatan Pak Harto secara berlebihan itu tidak baik, tetapi memaafkan dan menyanjung secara berlebihan sama buruknya.
Forgiven Not Forgotten...? Uuuhh really ?
Bukankah begitu tampak dihadapan... berjuta2 manusia menanggung beban 'kekeliruan' sang mantan penguasa. Warisan sistem, warisan hutang, warisan mental yang ambruk .... dan warisan harta (tapi) untuk anaknya.... mana untuk bangsanya...? ooohhh mereka menyebut sang mantan penguasa berjasa....? ya... mungkin bagi bangsa asing.
hanya karena kenangan berdiri sejenak di pinggir jalan kau berfikiran sepicik itu bu? sehebat apakah kau dirimu hingga tak punya empati? tapi kadang manusia emang memandang kenyataan sebagai paradoks. bagaimanapun tak bisa kau sangkal kalo dia pernah jadi pemimpin-mu, seburuk apapun dia..
Bukankah Paman Gober dah meninggalkan belang.....????