seperti agama
sudah pernah menghabiskan sekian jam mengerjakan sesuatu sebelum menyerahkan hasil pekerjaan tersebut kepada seseorang yang, alas, hanya perlu beberapa saat sebelum menunjukkan bagaimana hasil pekerjaan itu bisa jadi jauh lebih baik (bahasa halus dari : masih banyak salahnya nih!)
jengkel? merasa sudah menghabiskan banyak waktu mengerjakannya? merasa sudah menuruti aturan-aturan yang ada? merasa sudah berkonsentrasi penuh sejenis memakai kacamata kuda pada pekerjaan di depan mata?
... bagaimana seseorang bisa terus setia dalam usahanya mencari yang benar kalo merasa sudah benar?
8 Responded
saya itu sempurna, karenanya saya tidak tahu apa yang salah pada saya
raawwwkkzz!
huh, posting kok nanya mulu ...
lha nanya ndak (belum) dilarang je ..
sama seperti agama? ehm, hal yang mutlak dan harus dipatuhi. tidak ada tawar-menawar, karena agama kehendak Yang Maha Kuasa.
well .. i will tell you this secret once, only once. i dont think so.
mampir :)
fokus kan ga harus pake kacamata kuda mba'e..
kadang inspirasi datang dari dunia luar. jadi kadang juga, keterbukaan bisa membuka mata dan hati :p
tentang kerjaan mah, namanya kritikus selalu jeli... dan brapa kali pun kita edit pasti ada yg error. hehehe...
i dont think i implied fokus harus pake kacamata kuda
Hai Nana, ini OOT.
But, do you know something about Monroe Consulting?
udah coba googling?
karena berat rasanya untuk melihat cermin dan ternyata biarpun udah bersolek habis2an muka tetep berantakan. dan karena, sedikit sekali yang tau pasti bahwa belajar kagak ada matinya dan kagak ada tamatnya, selama masih napas?
yap. lha belajar apa kalo udah merasa tahu :)
"Benar", to whose standard ?
Your "right statement" might be my "wrong statement", and vice versa isn't it?
Not to mention the gradation of correctness, or fault.
Vaguely unstandardized. Like attitude.
indeed!
I feel on it!