seperti agama

Jotted down on 5 January 2008 04:51

sudah pernah menghabiskan sekian jam mengerjakan sesuatu sebelum menyerahkan hasil pekerjaan tersebut kepada seseorang yang, alas, hanya perlu beberapa saat sebelum menunjukkan bagaimana hasil pekerjaan itu bisa jadi jauh lebih baik (bahasa halus dari : masih banyak salahnya nih!)

jengkel? merasa sudah menghabiskan banyak waktu mengerjakannya? merasa sudah menuruti aturan-aturan yang ada? merasa sudah berkonsentrasi penuh sejenis memakai kacamata kuda pada pekerjaan di depan mata?

... bagaimana seseorang bisa terus setia dalam usahanya mencari yang benar kalo merasa sudah benar?

11 Responded

pudakonline
5 January 2008 10:37
pudakonline , says:

I feel on it!

Mbilung
5 January 2008 18:49
Mbilung , says:

saya itu sempurna, karenanya saya tidak tahu apa yang salah pada saya

raawwwkkzz!
komikus keren
6 January 2008 01:37

huh, posting kok nanya mulu ...

lha nanya ndak (belum) dilarang je ..
eriek
6 January 2008 20:08
eriek , says:

sama seperti agama? ehm, hal yang mutlak dan harus dipatuhi. tidak ada tawar-menawar, karena agama kehendak Yang Maha Kuasa.

well .. i will tell you this secret once, only once. i dont think so.
ancilla
7 January 2008 00:40
ancilla , says:

mampir :)

fokus kan ga harus pake kacamata kuda mba'e..
kadang inspirasi datang dari dunia luar. jadi kadang juga, keterbukaan bisa membuka mata dan hati :p

tentang kerjaan mah, namanya kritikus selalu jeli... dan brapa kali pun kita edit pasti ada yg error. hehehe...

i dont think i implied fokus harus pake kacamata kuda
Riri
7 January 2008 12:13
Riri , says:

Hai Nana, ini OOT.
But, do you know something about Monroe Consulting?

udah coba googling?
melly
8 January 2008 11:54
melly , says:

karena berat rasanya untuk melihat cermin dan ternyata biarpun udah bersolek habis2an muka tetep berantakan. dan karena, sedikit sekali yang tau pasti bahwa belajar kagak ada matinya dan kagak ada tamatnya, selama masih napas?

yap. lha belajar apa kalo udah merasa tahu :)
Silverlines
8 January 2008 17:29
Silverlines , says:

"Benar", to whose standard ?
Your "right statement" might be my "wrong statement", and vice versa isn't it?

Not to mention the gradation of correctness, or fault.
Vaguely unstandardized. Like attitude.

indeed!
Yamary
8 July 2011 17:35
Yamary , says:

I'll try to put this to good use immeditealy.

eaeqfq
9 July 2011 17:37
eaeqfq , says:
Sunny
9 July 2011 22:03
Sunny , says:

There is a critical shortage of ifnomrative articles like this.

Give Me Some Thoughts




Remember Me?

(you may use HTML tags for style)


ABOUT THIS ENTRY

You are reading "seperti agama", an entry Jotted down on 5 January 2008 04:51

Next:
punish and reward

Previous:
hukum jalanan

See my other thoughts or back to start page.