tikus di kantor pajak
kemarin dengan semangat menjadi orang bijak (taat pajak!), saya ke kantor pajak untuk mengurus spt tahunan.
emang ada spt bulanan? hihi.. dudul!
akhirnya, lima setengah jam dari kedatangan saya di kantor pajak di denpasar itu, saya mendeklarasikan ke semua rekan kerja saya dikantor bahwa kami adalah orang-orang bijak.
diantara kesibukan mengamati orang-orang di kantor pajak selama lima setengah jam itu, saya malah sibuk membayangkan pertemuan adik saya dan suaminya yang auditor pajak itu. dulu adik saya seorang accountant yang yap tiap bulan musti ngurusin ini itu ke kantor pajak. jangan-jangan karena sering antri itulah, adik ipar saya itu sukses mengintip dari dalam kantornya dan menitip salam melalui petugas penerima spt? lalu pacaran dan menikahlah mereka hihi.. eh soal titip salam itu beneran loh! hihi.. peace sis!
satu lagi yang sukses saya amati. jadi kantor pajak nan megah itu menyiapkan beberapa buah komputer untuk pengambilan nomer antrian. beda dengan kantor-kantor lain yang cuman menyiapkan sejenis printer kecil yang mengeluarkan kertas kecil bernomor saat kita pencet, di kantor pajak ini kita harus mengarahkan mouse (yap, ngga selalu mudah dikerjakan buat first timer!) ke icon layanan yang diinginkan dan klik, voila keluarlah kertas kecil bernomor (dari printer yang persis sama kek kantor2 lain!).
bangga juga sih keren abis gitu loh pemerintahku ini, pake komputer, wohoooo modern dan canggih! tapiiii.... well mereka menempatkan seorang pegawainya berdiri di sebelah komputer-komputer itu untuk membantu orang-orang (lebih banyak dari yang bisa!) yang ngga bisa pake.
doh!
indonesia.
pic is from here
9 Responded
nah kan trnyata kita diperhatiin jugah yah buw, kok msih suka komplain juga :D
aku pilih minta diurusin saja, na. mana tahan ngisi tumpukan form itu. hihihii si terlalu malas
cute mouse!
*sori komen gak nyambung, gak tahan sih liat gambar tikus imut itu, padahal kalo ketemu aslinya bisa lari terbirit2*
kok pake mouse ya? kenapa nggak dibikin monitor touch screen aja ya?
"adik ipar saya itu sukses mengintip dari dalam kantornya dan menitip salam melalui petugas penerima spt?"
kemarin yang nitip salam berapa orang ya . . ?
skrinsyut . . . :P
bu guru emang bijak. taat pajak. karena itu berhak menuntut hak. :D
ya ya ya ....
repot juga pake mouse. Mungkin maksudnya membiasakan orang-orang supaya akrab dengan komputer.
Duh saya sih jadi ngebayangin si pegawai itu akan lebih bersyukur kalo mati listrik. Tulis tangan aja lebih praktis
Ga usah repot ngajar2in orang yang ga ngerti
Saya bayar Pajak penghasilan tiap bulan Rp 1,094,350; wow satu juta lebih dari satu orang saja, bayangkanlah pegawai di Jakarta ada berapa juta jiwa? kemana uang itu? jalan raya rusak aja nggak dibenerin, santai aja maaannnn...
one step a head.