keputusan

mbak nana makasih ya. karena mbak nana anakku pinter bahasa inggris.
saya jadi bingung karena saya merasa ga kenal anak mbak waitress yang kerja di tempat saya kerja itu, apalagi sempet ngajarin bahasa inggris segala. lha kok dia terimakasih ke saya karena anaknya pinter bahasa inggris ya?
aku yakin lho mbak anakku tuh pinter bahasa inggris karena pas hamil dia aku kan ikut kelas bahasa inggrismu. inget kan mbak?
hihihi saya jadi tersipu-sipu.
ah mbak bisa aja! itu sih karena anaknya rajin belajar aja kali.
cuping idung saya tetep kedip-kedip hahahahaha
hmm saya jadi berpikir kalo itu adalah sejenis held somebody else responsible in a positive way. kok jadi mikir kebalikannya ya?
jadi inget orang-orang, (saya juga sih!) yang seringkali, menganggap orang lain bertanggungjawab atas kegagalan kita sendiri. menyalahkan. sejenis gitu deh.
jadi inget obrolan mbak charlize theron yang cantik itu di majalan glamour. mbak cantik yang sukses berat di karirnya, meskipun sebenernya dia bisa dengan mudah menyalahkan keadaan keluarganya sebagai penyebab jika saja dia gagal. pada tahu dong, bapak mbak charlize ini alkoholik dan terbunuh oleh istrinya sendiri dalam suatu pertengkaran.
jadi inget omongannya (terjemahan bebasnya yah) i have all the reason NOT to follow his footstep, when i can easily blame him and his examples if i fail
hmm..
pic is from here
3 Responded
tapi sayangnya, paling gampang adalah blaming other. bukan bgitu buw?
jadi bukan krena ortu, eke jd lama lulusnya tp krena diri eke sndiri yang ga punya tanggung jawab trhadap hidup sendiri