merapikan hati
baca tulisan teman saya ini, saya jadi ingat si papa.
papa saya ya kayak papanya adhi gitu. punya segala macam alat tukang menukang. dari carpentry, masonry, perlistrikan, hingga alat-alat untuk otak atik motor dan mobil. buset deh. banyak!
belum lagi berjenis-jenis paku, mur, baut, lem ini itu.
banyak.
setelah rumah salatiga kami tinggalkan, semua peralatan itu dikirim ke rumah saya di bali, alhasil setelah papa ke surga, semuanya jadi harta warisan untuk anaknya yang satu ini.
harta warisan yang sangat berguna.
paling tidak mendukung proyek declutter yang sudah saya lakukan sejak awal tahun ini.
menyiapkan dinding yang akan dicat hingga proses ngecat, ngelepas ambalan, knock down lemari yang saya putuskan untuk didonasikan, dan sebagainya bisa saya lakukan sendiri dengan alat-alat tersebut.
seorang teman pernah bilang gini 'saat ini pasti kamu menangis sedih ditinggalkan, tapi nanti ada saatnya kamu bisa tersenyum ketika mengenang mereka, na'
inilah saat itu. i am smiling, remembering you, pa!
2 Responded
Betul, obat ditinggalkan itu cuma waktu.
Tapi kalau peralatan masih ada yang ditinggal di Salatiga, saya bisa bantu 'ngopeni' lho..
*ngarep*
Bener nggak ada yang mau dilungsurkan ke saya?