ono rego ono rupo
makin lama saya kok jadi makin percaya sama apa yang pernah sekali waktu dibilang oma saya.
ono rego ono rupo
ceritanya berawal dari sms mengenai perubahan penerbangan saya. setelah menelepon pihak airline, penerbangan saya dikonfirmasi untuk penerbangan jam tujuh malam.
yang saya tidak tahu adalah penerbangan ini transit di jogja. tapi tak apalah. bukan masalah besar buat saya.
masalah baru dimulai ketika ternyata pesawatnya hampir-hampir kosong, hanya ada belasan penumpang yang boarding di bandara soekarno hatta. alhasil duabelas penumpang yang duduk di deretan belakang, termasuk saya, diminta untuk pindah kedepan, untuk alasan keseimbangan pesawat dan keamanan penerbangan gitu deh.
okelah. apa susahnya pindah pikir saya, meski saya sempat berpikir soal manifest penerbangan. saya sempat bertanya ke mbak-mbak yang ngatur apa saya harus pindah lagi ke kursi semula untuk rute penerbangan jogja - denpasar. mbak-mbak itu menjawab akan mengusahakan supaya kami tidak harus pindah lagi ke kursi semula.
cuman satu pertanyaan saya, dalam hati, kenapa kalo tau pesawatnya kosong dari jakarta, para penumpang tidak dialokasikan di kursi deret depan, you know, demi keseimbangan pesawat dan keamanan penerbangan?
seharusnya saya cukup cerdas untuk tidak mempercayai kalimat mbak-mbak itu.
saat landing di jogja, saya kembali bertanya apakah saya perlu pindah lagi ke kursi semula. dua orang pramugari yang saya tanya tidak bisa secara tegas menjawab iya ataupun tidak. mereka berjanji mengecek tapi saat saya tanyakan untuk kedua kalinya mereka tetap tidak mempunyai jawaban.
saya sudah mulai jengkel. norak banget kan kalo saya musti diusir oleh penumpang dari jogja karena kursi yang saya dudukin ternyata buat dia?
dan apa yang saya kawatirkan terjadi.
kejengkelan saya memuncak.
saya dekatin kedua pramugari yang sempat saya tanya lebih dari satu kali. mereka menyarankan saya untuk kembali duduk di kursi semula sesuai boarding pass saya.
mereka bahkan meminta boarding pass saya. mbaaaakkk, dari tadi saya nanya itu telinga panjenengan ada dimana? kedinginan akibat belahan rok yang terlalu tinggi menyebabkan tuli?
ternyata masalah tidak berhenti disitu. kursi yang nomernya tertulis di boarding pass saya ternyata sudah diduduki oleh penumpang yang boarding di adi sucipto.
naff said.
airline yang memiliki jenis bahasa inggris baru ini positively menjengkelkan.
dan ini bukan kejadian yang pertama kali saya alami.
ono rego ono rupo?
7 Responded
ga guarantee juga selama penerbangannya di negeri kita tercinta, na. kapan lalu aku naek maskapai penerbangan termahal di negeri ini, hasilnya? ngangkrak 3 jam!! selamat!
Da, emang lain kali musti bawa tabloid atw koran bekas, buat cadangan, heheheh....
Sabar, Mbak. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya.