ga mau rugi
kata si bapak ke istrinya,
"jangan yang itu deh ma, tas yang ini aja. yang itu ga keliatan mahal"
hihihi saya nyengir. alasan yang cukup ajaib dalam memilih sesuatu, paling tidak buat saya.
percakapan ini tercuri dengar di outlet kipling (yang tasnya mahal-mahal sekali!), di discovery mall, bali.
9 Responded
seorang teman kepada gue: "bisa dimaklumi kenapa setiap wanita cantik sudah ada monyetnya. ibarat tas kipling, anggap aja itu monyet sebagai aksesoris."
dan gue jadi paham kenapa cewek-cewek itu gemar sekali akan tas kipling.
Cerita diatas, mengingatkanku beberapa hari lalu, janjian ketemu seorang teman di Centro.
Sambil menunggu, mata dibawa berkelana ke tempat tas yang sedang di discount.
Langsung jatuh cinta berat sama 'Si Merah', hal yang luar biasa menurutku ( merah bukan termasuk kelompok warna favorite ). Tapi hal itu tak berlangsung lama, begitu melihat nominal harga yang tertera di tas, patah hati langsung kurasakan. Dan detik itu pula kuputuskan untuk ber-say goodbye ke Si Merah. Walau sekarang, aku mengangeninya..
Hmmm..
guess? di bazaar area centro? :D
pilih satu: beli barang murah terlihat mahal, atau beli barang mahal terlihat murah(an).
ah "rasa" dan "selera" biasanya gak boong sih
alasan mahal! bapak itu berpikir ttg image atau gengsi ya?