kuta karnival : ouch!

Jotted down on 30 September 2009 09:05

Lomba Blog Kuta Karnival 2009

lha kan emang buat orang lokal?

dan saya pun terperanjat dengan respon teman saya atas tebakan saya bahwa pengunjung kuta karnival itu sembilan puluh persen orang lokal.

saya pikir kuta karnival itu event international. seperti judul lengkap dari event itu sendiri. bali's 7th annual international event, kuta karnival, a celebration of life.

saya tak hendak berspekulasi tentang rungsingnya target market penyelenggaraan kuta karnival karena mengunjungi acara-acaranyapun tidak. saya hanya sempat selama tigapuluh menit berada di antara manusia yang berkumpul menanti-nantikan parade acara penutupan kuta karnival.

pun saya tak pada tempatnya untuk mulai mempertanyakan apa juga maksud dari tema creative ecology. tidak, ketika saya bahkan tidak berusaha ingin tau. tidak dengan membaca flyer ataupun ulasan tentang kuta karnival dan temanya yang dicetak besar-besar menjadi creative ecologi di salah satu spanduk yang ada itu.

saya hanya mendengar komentar beberapa teman saya yang kebetulan sempat mengunjungi areal penyelenggaraan kuta karnival. anehnya komentar mereka tidak jauh dari satu kata sifat satu ini. sepi.

komentar tentang sepinya pengunjung kuta karnival dan pertanyaan hampir retorikal lha kan emang buat orang lokal? membuat saya akhirnya berada diantara orang-orang yang memadati areal sekitar hardrock hotel kuta, menunggu-nunggu parade penutupan. parade yang membuat bosan karena jarak satu kontingen dan kontingen berikutnya memberi waktu yang cukup untuk saya menelusuri jalan pantai kuta. bolak-balik.

perjalanan itulah yang membuat saya sadar bahwa ada satu hal yang tidak akan saya lupakan dari penyelenggaraan kuta karnival.

trotoar setengah jadi yang ditinggalkan para pekerjanya.

saya yakin penyelenggaraan kuta karnival disiapkan dengan serius dari jauh-jauh hari. jadi, pikir saya, memangnya tidak bisa ya kuta karnival tidak diwarnai acak adutnya trotoar setengah jadi?

keheranan saya itu mungkin tetap akan retoris karena saya tentu tidak tahu bila sebenarnya panitia telah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam pembangunan (atau perbaikan?) trotoar di sepanjang jalan pantai kuta itu. pun apa reaksi dan alasan dibalik penghentian sementara yang diambil oleh pihak-pihak yang berkompeten tersebut.

well, kalo dipikir-pikir lagi saya malah tidak tahu sama sekali apakah tidak adanya pekerja yang saya lihat hari minggu itu, berarti penghentian sementara proyek tersebut.

pikiran nakal saya, kalo ada yang terjatuh ke salah satu lubang di trotoar setengah jadi dan terluka berat lalu beberapa orang mengajukan clash action, mungkin pemberitaannya jauh lebih heboh.

bukan. bukannya saya tidak mengagumi panitia penyelenggaraan kuta karnival. saya sejujurnya kagum. kagum karena ada sekelompok orang yang berdedikasi tinggi hingga penyelenggaraan kuta karnival bisa terus hingga tahun ketujuh.

tentu saja itu bukan main-main. hanya mereka-mereka yang visioner yang mampu.

masalahnya orang-orang visioner yang selalu memandang kemuka, terkadang lupa melihat kebelakang pun sekitarnya.

maksud saya begini, perencanaan kedepan memang sangat penting. tapi melihat kebelakang dan sekitar juga tidak kalan penting. bayangkan berjalan di sepanjang jalan pantai kuta hari-hari ini dengan pandangan kedepan selalu, tahu apa yang akan terjadi kan?

sejenis dengan penyelenggaraan event kuta karnival ini.

sudah terlalu banyak hal-hal yang kita lakukan dengan visi kedepan dan tema besar tapi berakhir menjadi rutinitas yang menjebak. mungkin sudah saatnya pandangan juga dialihkan ke belakang dan sekitar.

kenapa bisa muncul pertanyaan semi retorikal tentang kuta karnival untuk orang lokal, kenapa trotoar bisa diperbaiki di hari-hari penyelenggaraan karnival, juga kenapa muncul kata sifat sejenis sepi pada komentara orang-orang yang sempat mengunjungi areal penyelenggaraan belum lagi kehampirtiadaan benang merah beberapa kegiatan selama penyelenggaraan kuta karnival dalam kaitannya dengan pariwisata kelautan yang terus didengungkan. mungkin juga masih ada pertanyaan yang lain.

kita, tentu saja, tidak mau terperosok kan?

3 Responded

Jessalyn
21 November 2011 21:21
Jessalyn , says:

I'm so glad I found my solution onilne.

cqszwjv
22 November 2011 16:34
cqszwjv , says:
xmxekkjbav
30 November 2011 19:17
xmxekkjbav , says:

Give Me Some Thoughts




Remember Me?

(you may use HTML tags for style)


ABOUT THIS ENTRY

You are reading "kuta karnival : ouch!", an entry Jotted down on 30 September 2009 09:05

Next:
tanpatuhan

Previous:
ji, ro, lu, pat, mo

See my other thoughts or back to start page.