antrean ransel
masih dengan mata sayu dan jiwaraga yang belum seratus persen terkumpul, saya berangkat jalan kaki dari hotel tempat saya menginap menuju petronas twin tower. tujuannya : antri tiket. hari masih (sangat) pagi. baru jam setengah enam.
sehari sebelumnya, teman saya itu sudah antri untuk mendapatkan tiket tapi gagal total. padahal dia datang antri jam sepuluh pagi dan pengambilan tiket baru dibuka jam sembilan pagi. bujuk dah!
tidak sampai tigapuluh menit kami sudah sampai. artinya baru jam enam pagi waktu itu, tapi sudah ada beberapa orang yang juga berniat untuk mendapatkan tiket! padahal tempat pengambilan tiketpun belum dibuka!
tak berapa tempat pengambilan tiket dibuka dan kami semua buru-buru turun ke lantai bawah untuk antri. iya emang aneh! ingat kan pengambilan tiket baru dibuka jam sembilan dan saat itu baru sekitar setengah tujuh pagi.
seorang pemandu wisata memberikan tips yang cukup unik untuk antri. taruh aja sesuatu untuk menandai antrianmu, koran, ransel, sapu tangan atau apalah. lalu duduk. nanti kalo sudah hampir jam setengah sembilan, baru kita berdiri untuk antri.
saya geli mendengarnya tapi well semua orang nampaknya melakukan hal yang sama. dan mereka orang lokal. jadi layak untuk dipercayai dong? maka ransel saya nongkronglah di antrian. tuh ada di foto!
saya berada di antrian keempat pagi itu. dan menjadi salah satu orang dalam rombongan pertama yang naik ke sky bridge hari itu.