salatiga
besok pagi saya akan kembali ke salatiga. tujuan utamanya berziarah ke makam mama dan papa saya. terakhir kali ke salatiga, saya datang untuk memakamkan papa. itu november 2008. setelahnya saya belum pernah sekalipun kembali.
lalu kenapa sekarang?
karena saya ingin melihat tempat mama dan papa saya dimakamkan. tapi juga karena saya sudah bisa tersenyum mengingat alasan saya menghindari kota itu.
ya. tersenyum.
selama ini saya menghindari salatiga karena kota kecil itu sempat menjadi saksi manisnya kenangan saya dengan kekasih hati saya saat itu. laki-laki yang sekali waktu dulu menaruh setangkai bunga mawar di pusara mama saya.
saya tau. saya terlalu memanja rasa. tapi begitulah yang terjadi.
intinya saya sudah bisa mengenangnya dalam senyum sekarang. mengenang kenangan. dan mengenang laki-laki yang saya panggil t. jadi salatiga, saya kembali. besok.
