salib
saya sedang menikmati pemandangan deretan cafe di sisi sungai di melaka desember kemarin, ketika seseorang menyapa saya dengan hangat,
merry christmas to you, young lady. have a wonderful christmas holiday in malacca.
bagaimana dia tahu saya merayakan natal?
sampai beberapa saat kemudian saya masih sibuk menebak-nebak bagaimana bapak itu bisa tahu.
sampai saat saya memasuki salah satu toko pernak-pernik di sebelah stadhuys, dan di cermin yang ada ditoko itu saya mendapati bayangan kalung salib yang saya pakai.
pagi ini, saya kembali melihat kalung salib yang saya beli di christ church malacca itu. dan teringat suatu kali papa saya berucap, gapapa sih pake kalung salib, tapi kalo kelakuannya ga kristiani, bukannya ga ada gunanya? mustinya kekristenan ga berhenti di kalung salib.
saya tahu saya salah menerima kalimat papa saya itu sebagai penangkal permintaan saya waktu itu.
BION I'm ipmresesd! Cool post!