paku dan papa

Jotted down on 8 April 2010 11:49

papa saya termasuk orang yang suka berjalan kaki. dan dia seringkali mengajak saya pergi kesana-kemari dengan berjalan kaki, meski langkah kakinya, sumpah, berbanding terbalik dengan saya. saya pejalan cepat, papa saya berjalan dengan ... sangat lambat.

di banyak kesempatan saya berjalan kaki dengan papa, saya melihatnya memunguti paku, sekrup dan logam-logam kecil sejenisnya yang dia lihat di jalan.

buat apa sih, pa? begitu saya bertanya suatu ketika. sebal karena papa saya mengantungi barang-barang yang menurut saya ga ada guna, ataupun kalo ada gunanya, bisa kita beli dengan mudah.

paku ini bisa dengan mudah membuat ban kendaraan bocor. akan menyusahkan orang yang mengalaminya.

7 Responded

gardino @ LT!3
8 April 2010 12:34

Wew...dari paku-paku itu papa kamu bisa masuk surga tuh, karena sudah menyelamatkan orang lain. KAlau satu paku hanya satu pahala saja, sudah berapa tuh dikalikan jumlah paku yang sudah diambil, sejak gerakan ini dilakukannya.

nananias
8 April 2010 12:06
nananias , says:

iya. saya juga percaya itu. percaya bahwa papa saya ada di surga.

Mardianto
12 April 2010 01:41
Mardianto , says:

Wah! Hebat!

Suatu hobi yang amat langka. Hobi yang amat mulia :)

pipie
12 April 2010 16:41
pipie , says:

heee.. itu malah hobiku waktu kecil.. kalo jalan kaki pulang sekolah, suka bawa "oleh2" buat ayah.. isinya ya itu, paku, skrup, bahkan pernah papan.. :p ayahku hobi nukang sih..

ncan
20 April 2010 16:49
ncan , says:

wah.. ga terpikir oleh saya, kirain mo dikiloin.
hehe..
sudut pandang yg unik ya si papa, unik dan mulia

eko sw
3 May 2010 23:53
eko sw , says:

indah. hadits dari nabi muhammad, kurang lebih begini, "iman itu ada 70 cabang. yang tertinggi adalah kalimat Laa ilaaha illallah, yang terendah adalah menyingkirkan benda-benda pengganggu dari jalanan"

hebat. smg termasuk bagian dari iman tersebut!
amin

Kaed
9 July 2011 10:02
Kaed , says:

IMHO you've got the right awnser!

Give Me Some Thoughts




Remember Me?

(you may use HTML tags for style)


ABOUT THIS ENTRY

You are reading "paku dan papa", an entry Jotted down on 8 April 2010 11:49

Next:
bukan ikan, tapi kupu-kupu

Previous:
i am sorry

See my other thoughts or back to start page.