banyak itu tidak (selalu) menyenangkan
Jotted down on 24 March 2006 12:01 with 14 Responded
sampai sekarang cita-cita saya untuk menjadi seorang penterjemah masih ada. entah kenapa, tapi cara orang memilih kata-kata untuk menuliskan pokok pikirannya never fail to amuse me. ... ahhh jadi inget jaman kuliah. inget senengnya dapet duit dari urusan nerjemahin ini. hihihi.
inget urusan nerjemahin berbayar itu jadi inget gimana seringkali pokok pikiran seseorang malah ngumpet diantara kalimat-kalimat fantastis dengan banyak kata-kata yang sebenernya dihilangkan juga tiada mengapa, ataupun kata-kata yang emang kedengarannya menakjubkan namun lebih sering membingungkan. saya sih asik-asik aja, makin banyak kata makin banyak duitnya hahahaha..
hmmm tapi jadi berpikir, kecenderungan sebagian orang indonesiakah? hitting around the bush? loba dengan kata-kata sophisticated sehingga terdengar intelek? atau jangan-jangan ini sengaja? coba pikir kalimat-kalimat yang loba kata macam itu membuka banyak sekali pemahaman yang berbeda, jadi multi tafsir bisa dengan mudah tercipta.
nah sekali lagi, mungkin ngga itu disengaja? jadi kalo terjadi ketidaksamaan pendapat atau perdebatan atau kritik, sanggahan apalagi keberatan bisa dengan lebih mudah bersembunyi disalah satu tafsiran yang ada? (eerrr.. yang paling menguntungkan dirinya/golongannya sendiri?) bisa mengerikan ngga sih kalo ini terjadi di keputusan-keputusan yang menyangkut kepentingan orang banyak?
ah bahasa saya ikutan loba kata!

Posted at 24 March 2006 11:51
ah na lobanya kata-katamu, biar penuh yah postingannya hehehhehe...