bayi-bayi penguasa
Jotted down on 24 February 2006 08:23 with 6 Responded
+ menurutmu seberapa sering dia berada diluar kantor?
- wah 90% waktunya sepertinya dihabiskan dikantor.
+ ada telepon dikantornya?
- ada. bahkan dengan akses sambungan langsung.
+ nah, dia masih perlu hape menurutmu?
- ya, tidak. karena dia selalu bisa pakai telepon di kantornya?
- jadi kita tarik haknya untuk memakai hape kantor?
+ you don't get my point. let's babysit. kita tidak bisa begitu saja mengambil dari dia karena hak itu sudah ada dari dulu
+ kecuali dia sendiri yang mengembalikan dengan kesadaran toh dia tidak terlalu mobile
saya masih ingat percakapan ini dari salah satu rapat mingguan para pimpinan departemen ditempat saya bekerja. saya masih ingat bos saya mengemukakan ide babysitting itu. menjaga perasaan. menjaga supaya seseorang tidak kehilangan muka.
dikantor pembicaraan soal babysitting berlanjut antara bapak bos dan saya. ah saya memang beruntung selalu punya bos yang baik, tergantung personal assistantnya juga sih 'wink' (oke cukup sudah episode narsisnya :p) anyway selama pembicaraan saya jadi miris karena kok saya menangkap hal-hal begini hanya terjadi di bagian dunia yang bernama asia dan lebih khusus lagi, indonesia. hiks.
pernah denger kasus seorang karyawan yang jelas-jelas melakukan kesalahan melanggar kesepakatan kerja bersama dan mustinya harus dipecat tapi kemudian diberhentikan kerja dengan cara yang bersangkutan diminta untuk mengundurkan diri?
nah yang seperti itu deh. menjaga perasaan. supaya tidak kehilangan muka. uuh. jangan-jangan para penguasa diatas sana meski seringkali melakukan kesalahan dengan nyata-nyata tetap dipertahankan karena praktek babysitting ini yah? hari yang aneh berlanjut :D
oiya, kalo berpikir bijaksana dan dewasa 'gubraak!' mungkin ngga ya maksud babysit ini untuk menyentil kesadaran kita untuk tidak melulu merasa nyaman dimanja? untuk berani mengakui jika melakukan kesalahan? juga sadar untuk melakukan lebih lagi dari kewajiban yang tertulis karena telah mendapatkan hak yang sungguh berlimpah?

Posted at 24 February 2006 09:42
tergantung kesadaran..nyadar ga seh, klo sebenernya hal2 kek gini sebernanya berupa sindiran untuk hal2 yg kek lo maksud..
tapi, udah jadi 'tradisi' juga, klo negara kita itu emang penuh dengan basa basi..mo negur ataupun nyindir [or whatever maksudnya], masih menggunakan tehnik basa basi..
eh, tapi pernah terfikir ga..klo bisa jadi tehnik kek gini, juga dipake untuk menutupi muka perusahaan atau badan tertentu..biar ga dibilang terlalu ekstreem or whatever.. lhoh..buntutnya, makin bingung gw...