bicara esensi
Jotted down on 29 September 2006 15:56 with 9 Responded
saya adalah salah satu pengagum orang-orang yang berkeputusan untuk melakukan kegiatan berpantang atau malah berkeputusan untuk sama sekali tidak melakukan sesuatu yang biasanya selalu dilakukan.
karena saya sendiri tidak yakin bisa melakukannya.
misal saja berpantang untuk satu kurun waktu. berpantang sesuatu yang sangat sering saya lakukan. marah-marah misalnya. (catet : ini contoh. saya tidak pernah marah kok! sumprit! :D) tidak marah-marah let's say seminggu, wah butuh perjuangan keras itu, apalagi kalo kerjaan di kantor menggunung, anak buah kerja dengan kecepatan bekicot, duh duh duh.
tapi apa iya supaya usaha berpantang saya sukses, saya meliburkan anak buah saya dan menolak atau menunda pekerjaan yang datang. atau memohon pengertian orang lain untuk tidak memberi pekerjaan kepada saya selama saya berpantang? terus esensi berpantang saya dimana?
the ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy, dr. martin luther king jr.

Posted at 29 September 2006 17:17
saya juga belajar berpantang. daftarnya panjang banget. latihan memang perlu. sayangnya kalo berpantang jadi komoditas, menyebalkan