demi semur ayam
Jotted down on 20 February 2007 07:31 with 2 Responded
kalo saya sekarang ini sedang mengetik di mesin ketik brothers seperti punya papa saya itu, pastilah saat ini keranjang sampah di sebelah saya sudah penuh dengan kertas ketikan pating krumpel ga karuan karena ketikan kalimat yang super ga pas dan yang menurut saya hanya pas masuk keranjang sampah. nulis pembukaan aja kok rumit gini. padahal mau cerita hal-hal yang sederhana. salah satunya soal tenang. lha aneh kan mau cerita soal tenang kok malah ga tenang?
tapi soal tenang itu baiknya dimulai dengan kenyataan bahwa pengetahuan saya tentang ekonomi dan sebangsanya ga beda jauh dengan pengetahuan saya tentang wine. kalo wine manis dan pahit maka dengan ekonomi beli dan bayar. bener-bener payah. tapi kok ya nekatnya saya dalam daya pikir yang terbatas kok berani mengasumsi bahwa semakin banyak saingan suatu perusahaan harus semakin menunjukkan keistimewaannya buat menarik pelanggan. lha ya bener itu cuman asumsi saya, wong kalo disuruh menjelaskan gimana-gimananya saya pasti bakalan pasang tampang aneh. ndelongop tak mengerti.
tapi mungkin juga karena tampang aneh ndelongop tak mengerti sejenis itulah, hari sabtu kemarin itu saya sukses menikmati maskapai penerbangan yang cuman saya booking kalo tidak ada maskapai lainnya yang terbang ke tujuan perjalanan saya, dengan harga maskapai penerbangan yang cuman menawarkan satu gelas aqua itu. hidup tampang ndelongop!
jadi ceritanya sabtu kemaren saya harus ke jakarta. dan karena ada banyak maskapai penerbangan yang terbang ke jakarta, otak payah ini cuman mempertimbangkan masalah harga sebelum membeli tiket. hal-hal lain akan diatur dalam waktu sesingkat-singkatnya. hehe. maka yap, saya membeli tiket dari maskapai penerbangan yang cuman menawarkan satu gelas aqua.
singkat cerita sabtu pagi saya sudah bisa melangkah dengan pasti menuju check in counter ... yang oops sudah penuh orang yang misuh-misuh ke beberapa petugas check in. lha ada apa ini? beuh, penerbangan jam sebelas delay sampai jam tiga sore. emosi? tentu. sabar bukanlah salah satu my best features. lha tapi sudah banyak yang misuh-misuh. kalo saya ikutan misuh, pasti ga ada efeknya. selain mendadak ada pisuhan dalam bahasa manca. aneh, kalo lagi emosi jadi lancar gini pake bahasa inggris? :D
akhirnya sampai juga saya di depan petugas check in yang memohon maaf karena penerbangan delay sampai jam tiga. saat itu saya cuman mampu bertanya, hingga tiga kali, tapi nanti pasti terbang jam tiga kan? payah emang saya ini. huhu. meski masih dongkol begitu saya terima boarding pass dan mencatatkan nomer hape saya, saya meninggalkan counter supaya orang dibelakang saya, yang terlihat bingung, bisa melaporkan masalahnya. bayangkan, dia punya connecting flight jakarta-medan jam 3!
duduk di kursi panjang dekat dengan check in counter saya melihat ada tiga penumpang yang didekati salah satu petugas check in. rupanya mereka akan dipindahkan ke maskapai penerbangan lain dengan pertimbangan mereka punya connecting flight. saat itu masih banyak orang misuh-misuh di check in counter. saya mendapat sedikit celah kemungkinan ketika saya melihat petugas check in yang membantu memindahkan tiga penumpang dengan connecting flight, berjalan kearah check in counter dan dalam waktu sepersekian detik akan melewati tempat saya duduk. jangan sampai lepas, kata hati saya!
saya tetap duduk ketika mbak petugas itu saya panggil dan lalu dia berdiri di depan saya. pertanyaan pertama saya kepadanya, mbak bblablabla ya? tentu saja saya bukan ahli nujum sampai bisa tau namanya, lha saya cuman ngelirik sebentar ke name badgenya. saya kemudian bertanya tentang apa yang terjadi. si mbak menjelaskan dengan cepat yang saya selingi dengan pertanyaan 'lalu?' tiap kali ada jeda. saya masih mendongak dan ngotot dengan pertanyaan 'lalu?' saya itu ketika saya sadar untuk bertanya yang satu ini 'mbak dari maskapai atau ground?" ngga lucu kan kalo lalu saya dilanjut dengan marah ke orang yang salah?
saya lalu meminta si mbak, yang kemudian terlihat lega, untuk memanggil salah satu petugas maskapai karena saya ingin bertanya beberapa hal. dan yap skenario dengan pertanyaan 'lalu?' disana-sini kembali terulang. si mas menjelaskan dan saya bertanya 'lalu?' sampai 'lalu?' saya, dijawab si mas dengan sebenarnya kami punya opsi untuk memindahkan ibu ke maskapai penerbangan lain. tatapan saya yang saya artikan sendiri dengan 'lalu kamu tunggu apa lagi?' dimengerti si mas yang lalu pamit mengundurkan diri dan berjanji akan mengusahakan kepindahan saya ke maskapai lain.
to make the story short, tidak lama saya mendapatkan diri saya menikmati hot meal diatas pesawat maskapai penerbangan yang tidak hanya menawarkan segelas aqua tapi hot meal, jelly, aqua dengan kemasan bergambar logonya dan segelas teh hangat yang saya request.
sambil menikmati semur ayam yang enak saya berpikir ketenangan memang seringkali punya efek yang mengagumkan. tapi saya juga prihatin dengan bagaimana harga yang murah membuat beberapa perusahaan mengkompromikan kenyamanan pelanggannya. well ngga harus dengan privilege yang hanya terbeli dengan harga tiket yang lebih mahal sih. tapi saya pikir jika saja saat orang-orang misuh-misuh di check in counter itu, beberapa orang petugas maskapai penerbangan tersebut maju ke garda depan menjelaskan tentang penyebab penundaan dan memberikan beberapa solusi, mungkin saja masalah bisa teratasi dengan lebih win-win untuk semua pihak.
sejenis service netting. seperti net yang dipasang sebelum ada korban jatuh dari gedung tinggi. semisal menelepon calon penumpang soal penundaan, menyediakan ruang tunggu khusus, antaran kembali ke rumah penumpang atau apalah yang relatively cost effective (dibanding membelikan tiket mahal buat seorang nana :D), dan tidak cuman membiarkan petugas ground yang terlihat sangat tertekan karena nampaknya cuman diberi sedikit info as to what caused the delay. I dunno. haven't i told you pengetahuan saya terbatas?
saya merasa bersalah juga dikit melihat harga yang tercantum di tiket baru saya, tiga kali lipat yang saya bayarkan. tapi justifikasi saya ini 'lagian mereka keliatan banget ga tanggungjawab sama penumpangnya, kalo misal ada penumpang yang harus segera sampai jakarta karena sudah ditunggu transaksi bisnis bernilai milyaran, apa ga emosi dia?' dan tentu saja sekali lagi kapasitas otak saya terbukti sangat terbatas. tentu saja orang yang bertraksaksi milyaran tidak akan membeli tiket penerbangan yang cuman menawarkan segelas aqua.
pic is from here.

Posted at 20 February 2007 09:56
hahahaha... kalo kamu merasa bersalah karena membayar hanya sejumlah angka yang dicantumkan di tiket, ingatlah OPPORTUNITY COST, uang yang terbuang karena delay 5 jam. mungkin bukan salah ground crew kalau ada delay, tapi LEBIH2 lagi BUKAN salahmu.
and it's about time consumers take a firm action against tindakan semena2 perusahaan, dan mendapatkan yang pantas diperoleh konsumen.
oya, dan konsistensi does pay off! :D