dogmatic pragmatic!
seharian ini entah kenapa saya beberapa kali membaca kalimat yang mirip-mirip gini di beberapa blog yang saya kunjungi
manusia berencana, tuhan menentukan.hohohoho.
(kebetulan-kebetulan itu bisa saja saya anggap sebagai tanda untuk berpikir ulang mengenai rencana-rencana saya kalo saja saya cukup tahayul, untungnya saat ini saya tidak punya banyak rencana penting haa! :D)
ya ya ya. kayaknya udah seringkali kuping kita dihajar dengan pemahaman seperti itu. ya sudahlah manusia emang cuman bisa berencana, pada akhirnya tuhan juga yang menentukan hasil akhirnya dan kalimat-kalimat sejenis itu.
nah. kok saya malah jadi kepikiran kalo kalimat ini jadi excuse yang mudah to justify kegagalan-kegagalan kita yah. bawaannya kalo pas gagal atau ngga bisa mencapai sesuatu yang dicitakan, kita bisa dengan mudah mengeluarkan kalimat itu. suatu bentuk penghiburan? atau malah melempar kesalahan? pengkambinghitaman?
lalu malam ini another revelation struck melalui seorang teman. coba kalimatnya diubah jadi
tuhan berencana, manusia menentukan.hohohoho.
wanna play god? nah!
gini. sebagai ciptaan aslinya kita ini dikasi banyak kebebasan. terserah mau ngapain, mau jadi apa, mo ngga jadi apa. kita dikasi pilihan-pilihan oleh tuhan. nah kita punya hak untuk menentukan apa yang kita mau (dan yang kita tidak mau).
alamak! jadi?
semua pilihan mempunyai konsekuensi masing-masing. kembali ke pribadi masing-masing bagaimana menanggapi konsekuensi dari pilihan-pilihannya. ada yang brave enough untuk menerima konsekuensi yang terkadang hadir dalam bentuk kegagalan, ada yang mengeluh panjang pendek untuk beberapa saat lalu kembali berusaha, nah ada juga yang kembali ke phrasa diatas tadi : yah saya sih udah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan menentukan lain sepertinya.
kecenderungan kita untuk defensifkah? atau kecenderungan untuk mendapatkan pembenaran melalui sesuatu yang cenderung tidak akan dipertanyakan lebih lanjut now that we are talking about religious thing? hmm...
00090811 Responded
i do believe in God... at the same time, i also believe in hardwork and determination. God determines when we're born and die, not what we become. WE decide what we want to become.
in extreme examples: God never decides anybody to be a prostitute/gigolo, but s/he who decides to work in that world. one plans to be a lawyer, but he ends up waiting for a shoe store. does God have to do with it? NO! if we always say God has to do with what we've become, then there'll be NO stevie wonder who's blind or beethoven who was deaf.
if you want something really bad, you WILL find a way to achieve it. of course, there're gonna be lots of obstacles along the way, but how we manage to overcome all the problems show how successful you become.
"nothing is impossible to a willing heart" ... and if you wanna talk about God, then i will say that i DO believe God will always answer anybody who ask for His help.
hohoho you always manage to put it plain and simple for me. and yep that's what i thought, we seem to always try to find justifications for our failures and talking about something spiritual, like god decides, seems "the correct (easy?)" approach for it, because people will tend not to seek for further explanation when it comes to something spiritual. hohoho they will likely say it's about faith, so it can't be explained in our limitation as human :p
yes, i agree. the reason people always say 'oh, it's God's will' is because that's the easiest solution they can find. why?? 'cuz GOD NEVER ARGUES with us. have anyone of us heard God responses 'are you fucking nuts?? I ain't do that!'?? nope. God isn't like us.
some might argue, how about partner in life. it's God's decision. NO! it's your decision if you wanna get married or not. i know for a fact that even a blind finds his/her mate. do not say that oh, nobody likes me. well, maybe you hang with the wrong crowd then. branch out. meet other people. there're 6 billion people living on this earth, more than 200 million people living in indonesia AND more than 10 million people living in jakarta alone. so, there...
God creates human like His own image. that means we have sorta (i say SORTA) the same capabilities as He does, which also means we're not Him 'cuz we have our limitations. however, with all the limitations we have, we can still create great things. do not argue 'cuz borobudur exists when there was no such thing as high tech, or einstein existed with all his great inventions, and many other things. WE tend to limit ourselves. the limitations God gives us actually are far beyond than what we think. that's why i said, ask for His help then He will help. might not with the way we help others, but help will come... with its own time.
ok... enuf w/ my philosophy... :D but i hope you understand what i mean :D
CAN'T AGREE WITH YOU MORE ;) and yep most of the times the limitations are actually set by ourselves. haa!..... btw, the example with looking for soul mate is interesting aha aha.. time to branch out? :p
waduh..na, kok gw punya pikiran yg sedikit laen yah?
klo menurut gw (gw loh ya!), takdir itu sudah ditentukan jauh sebelum kita laer, dan kita tak pernah tau apa takdir kita sampe hal itu sudah terlewat..
hidup memang penuh pilihan2, Tuhan ngasih kelonggaran terserah kita mo milih untuk bagaimana dan menjadi seperti apa, tapi apa yang sudah dipilih itulah takdir..
menyerah atau mo berusaha lagi sampe batas maksimum, itu pilihan..nah, klo sampe batas maksimum dan kita tetap gagal, itulah takdir.
it's not an excuse..it's understanding..
pertanyaannya, batas maksimum itu sampe dimana,na? yang ini dikembalikan ke pribadi masing2 ajah *halah* :P
hohoho segitu serius bilang itu menurut lo. ijah wi, gue catet dah itu menurut lo :p beda pendapat sah-sah aja kok. cuman kalo dengan pemahaman seperti elo itu di kuping gue kok kedengaran fatalistik ya. kalo mau egois dan semau gue ini komentar yang terlintas di kepala : lah ngapain gue repot-repot usaha sekeras tenaga kalo ternyata semuanya udah ditakdirkan. udah ditentukan. lagian kok tuhan kek dalang yah, pokoknya lo manusia pade berusahalah selalu, tapi kartu lo lo pade ade ame gue nih. hohohoho... jalan cerita sudah ada ditangan gue ;)
hahahha..gw dulu juga berfikiran gituh.. bahkan gw nyelethuk "eh, gw diem aja kali yah? biarin ajah smua mengalir spt yg di mau in Tuhan..klo gw diem, apa Tuhan masih bisa mensukseskan rencananya akan takdir gw?" tapi gw juga akhirnya berfikir, "gimana klo Tuhan menyiapkan beberapa pilihan takdir yg bisa kita pilih?"
takdir yang bisa kita pilih? gue pake contohnya 'ka deh. kalo gitu orang yang jadi pelacur pas dia dilahirkan didunia ini dia dikasi beberapa takdir oleh tuhan dan salah satunya takdir jadi pelacur? masak sih tuhan gitu? ;)
Bener juga, sering denger kalimat itu diucapin buat menghibur diri saat gagal, atau bahkan saat menyerah sebelum bertanding.
Tapi harusnya juga diinget bahwa kegagalan itu bukan mrpk sesuatu yg final, kegagalan masih bisa dirubah, diusahakan dan diupayakan menjadi sebuah keberhasilan, krn siapa tau takdir emang menentukan bahwa jalan utk mencapai keberhasilan itu melalui (beberapa) kegagalan terlebih dahulu.
Tapi andai udah dicoba berulang kali dan masih aja gagal , emmm ... gimana yah ...
kegagalan bukan suatu yang final, masih bisa terus diusahakan. hohoho i am with you man! kalo masih gagal juga, lah udah lupa yah kalo tuhan kasi kita banyak pilihan? hehehehe..
klo lebih ngambil sikap ke whatever will be will be-lah gimana na? ada beberapa bagian dalam hidup itu yang memang mrupakan rencana tuhan, rahasiaNya sendiri seperti hidup dan mati, selebihnya mungkin lebih kepada keputusan, hidup dipenuhi dgn keputusan2 bijak yg hrus diambil, mo jadi org bae2 or ngga, mo kerja or ngga, dan selebihnya, keputusan akan berbagai pilihan yg diberikan buat kita, bukankah tuhan sangat baik membiarkan keputusan ada ditangan kita dan tidak mendiktenya???
whatever will be will be bukannya lirik lagu yah git? huehuehuehue.... hidup dan mati emang hak prerogatifnya tuhan jeng. eke juga mo ngeles kek apa kalo udah waktunya yah wis :D but in between lahir dan mati kita yap dikasi banyak pilihan dan ngga pernah didikte. malah dia selalu ada membantu melalui jawaban doa kita kalo kita kadang stuck dan tereak-tereak minta tolong hihihi... and yes we got choices and we can decide
kalo gitu kita gak usah bikin plan aja ya? oke? :D
ya kalo akhirnya harus sesuai skenario yang katanya udah harga mati karena sudah ditentukan dari sononya yo ga perlu :D tapi kan ndak begitu to pakdhe? kita tetep punya pilihan-pilihan kan? nah dalam penentuan kita boleh pake perencanaan yang matang hihihihi...
kalo udah diterjemahkan jadi bahasa indonesia, dogmatix itu jadi idefix hihihi... padahal asterix n obelix tetep pake nama aslinya yak :D
ya bagaimana accentaurix? hayoo siapa yang lepasin ikatanmu? hihihihi
lima puluh ribu tahun sebelum bumi tercipta, semua telah digariskan... (quoted from PUING .. hayooo pasti belom baca :P)
abis baca 'the zahir' neh, lumayan inspiratif.
apa yang sudah digariskan? bahwa si a akan lahir tanggal bla bla bla lalu mati di tanggal bla bla bla. atau bahwa si a akan jadi ini. akan menikah dengan ini. apa? :D jelas belum. wong belum dapet gratisannya dari si pengarang novel ituuuuuuu :p
materi berat...
mo koment juga berat
hahahha...
gini mending di bahas via blog aja
aku save dulu ke disk ah hahaha
looking forward to read yours *wink*
neng, jadi atuh tanggal 6? kok adikku ngajak nonton juga :D dia nanya2 itu pertunjukan apaan.