don't wanna kill a cat!
Jotted down on 22 February 2006 08:33 with 7 Responded
why do movie theaters always have those cushy red velvet chairs?
na, kamu kalo sekali aja ngga nanya yang aneh-aneh kenapa sih? hihi. apa yang aneh sih? saya beneran pengen tahu kok kenapa bioskop-bioskop kursinya selalu berwarna merah? eh semua ga sih? ya paling tidak yang pernah aku kunjungi warnanya merah. kenapa ya? ada yang tau?
well anyway, ini bukan cuman soal kursi merah di bioskop. ini soal hal-hal baru dan pencapaian-pencapaian. pasti udah banyak yang tahu kalo banyak hal-hal baru tercipta dan prestasi-prestasi tercapai yang semuanya berawal dari mimpi. semua ada dari yang tadinya tidak ada. dari nol.
tapi apa iya yang ada itu muncul dari yang tidak ada? katanya (hampir) semua dunia ini sedikit banyak merupakan pengulangan. ah itu cerita lain dink. lain kali saja. hihi.
kalo kita bisa bikin sesuatu dari nol, kenapa tidak kita bikin sesuatu dari sesuatu?
kemaren saat memimpin rapat ditempat kerja, saya memberikan usulan buat setiap seksi untuk mengadakan rapat guna mempersiapkan ide-ide awal untuk dibicarakan di rapat berikutnya minggu depan. daripada memulai diskusi dari nol, adanya rapat akan panjaaaaang dan lama dan bukan ngga mungkin ngga mencapai apapun juga. hihi iya iya ini emang paragraf narsis :p
balik lagi *halah* nah bertanya ini saya pikir bisa juga jadi salah satu cara yang efektif untuk mengadakan perubahan yang bukan ngga mungkin akan mebawa kita ke hal-hal dan pencapaian-pencapaian baru. bener ngga? kenapa emang kalo kursinya ijo? kalau kita pake ini bukannya bakalan lebih hemat? kenapa ngga pake yang a? kenapa harus b? dan zillion of other questions.
well emang terkadang sulit untuk mempertanyakan apa-apa yang sudah biasa seperti adanya. salah-salah malah dibilang bawel. hihi. tapi coba deh liat sekeliling dengan seksama, ada ngga yang menurutmu bisa lebih baik kalo sedikit banyak diubah? ada?
jadi, kenapa yah kursinya merah?

Posted at 22 February 2006 10:16
Karena kamu (mungkin) selalu masuk ke Studio 21! Ini kan bisnis, jadi semua kursi bioskopnya di-supply hanya sama SATU perusahaan pembuat kursi doang. Dan perusahaan pembuat kursi ini mendapat supply dari SATU perusahaan kain doang. Dan perusahaan kain ini HANYA memproduksi kain merah untuk dijual ke perusahaan kursi tadi. Dan perusahaan kursi tadi (mungkin) hanya menjual kursi ke grup 21.
Eh, bioskop non-21 mungkin pake merah juga biar yang dateng serasa nonton di 21 kali'... Setuju? Kalo nggak yah tak apa. Gee...