jualan untuk perbedaan

Jotted down on 1 March 2006 12:30
pernah baca novel yang endingnya ngegantung? ga jelas apa yang terjadi ama tokoh-tokohnya? kalo pernah, gimana rasanya mendapati ending model kek gitu? penasaran? bete? kesel? atau?
akhir-akhir ini beberapa kali saya mendapatkan masukan dari beberapa teman untuk tidak membiarkan tulisan saya terlalu pendek ataupun terlalu *terbuka* yang kadang membuat pembaca harus menebak-nebak apa maksud saya. ataupun mengira-ngira apakah pemahaman mereka sudah sama seperti apa yang sebenarnya saya maksudkan?

hmm. interesting indeed! karena di saat yang sama ada yang justru menyukai tulisan saya karena dianggap provoking the thought (yap anda benar, kepala saya sedikit membesar dan cuping hidung kembang kempis saking geernyah :p) hihihi...

well alasan saya sederhana sih. kalo saya bilang suka-suka saya dong kan itu blog saya, lagian blog kan sesuatu yang pribadi, kesannya sok banged! lagian apa sih yang bisa dianggap pribadi kalo udah ada di dunia maya? so bukan itu alasan saya.

terkadang saya menulis singkat sekali, hingga suatu kali ada yang meminta saya untuk menuliskan ide saya dalam tulisan yang lebih panjang, atau dikali lain, saya asik bermain dengan kalimat-kalimat panjang, yang membuat seorang teman dengan begitu perhatiannya berusaha membuat saya menyadari kalo mungkin saja ada orang lain yang memiliki pemahaman yang berbeda dari yang saya maksudkan.

well i guess, that should not be a problem at all. saya kan bukan sedang mengindoktrinasi. saya menuliskan pikiran-pikiran yang seringkali ruwet ngga karuan dikepala saya. sukur-sukur kalo ada yang mendapatkan sesuatu setelah membaca tulisan saya. :D jadi saya memang tidak akan pernah memaksa semua orang memahami tulisan saya sehingga semua mempunyai pemahaman yang sama dengan apa yang ada di kepala saya.

sungguh tidak. karena terkadang saya menulis juga supaya saya mendapatkan insightful input dari orang lain. jadi kalo ada yang memiliki pemahaman yang berbeda saya siap mendengarkan. siapa membaca komen-komen yang masuk. atau masukan melalui media lain. siapa tahu kan saya akan mendapatkan hal-hal baru dari sudut pandang yang berlainan

lagian siapa bilang perbedaan itu tidak bisa memperkaya?

000985

4 Responded

gita
1 March 2006 12:38
gita , say:

duh dalem tulisannya, lgan bener juga na, knapa kita menulis hanya utk memenuhi tuntutan pembaca, kan bukan kejar oplah penjualan...menulis krna kita mau menulis krna suka dan lag menulis krena hati yg bicara *halah edisi bijak*

hehehehe... well comments and traffic are surely cherished tapi tetep aja nulis itu awalnya karena kita pengen nulis, ngikutin pembacapun rasanya tetep aja ada celah buat pemahaman yang berbeda. iya ngga?
e-Fun *fans #1 tata Nana*
1 March 2006 13:18

huihihihi kalo protes mulu sama tulisan tata Nana ngapain juga masih bebencongan disini... nyebur aja sono ke empang!

mmmmmmmuuuaaaaahhhhh :-*
dewi
1 March 2006 13:48
dewi , say:

hih... gimana mo ngikutin pembaca?? orang pembacanya bejibun..
lagian, perbedaan khan kadang membuka pemahaman baru.. keep writing, na!!!

i will! *halah*
kutu
1 March 2006 19:25
kutu , say:

ya udah, nulis aja. nulis aja. nulis aja. panjang atau pendek, sama-sama bikin pusing kok na :D

ngerti gak ngerti tetap kubaca kok, mbah. hehehe.

wah berarti pemicu sakit kepala juga jah? pasti aku bakal direkrut ama produsen panadol kalo saja mereka tahu hahahahahaha

Give Me Some Thoughts




Remember Me?

(you may use HTML tags for style)


ABOUT THIS ENTRY

You are reading "jualan untuk perbedaan", an entry Jotted down on 1 March 2006 12:30

Next:
saatnya lihat kemuka!

Previous:
mengintip dunia

See my another thoughts or back to start page.