kasta kerja

Jotted down on 30 June 2006 10:52

bapak berangkat ke kantor. ibu memasak di dapur. budi berangkat ke sekolah.

give some mercy to my poor memory. tapi itu yang saya ingat dari pelajaran membaca di kelas 1 sd.

bukan. yang ini bukan soal jender. meski tetep ngebayangin kalo berada di situasi yang berbanding terbalik dari pakdhe mbilung, belajar soal jender dengan 33 mahasiswa dan 1 mahasiswi hihihihi....

anyway saya jadi inget kalimat itu karena curhatan seorang rekan kerja yang merasa diremehkan keluarga besar suaminya hanya karena dia bekerja sebagai cook di hotel. berbeda dengan saudara-saudar iparnya yang semua kerja *kantoran*. bagaimana keluarga besarnya menganggap kerjaan cook adalah melulu masak kayak dirumah. dan ngga *sepenting* posisi saudara-saudara iparnya di *kantor*.

saya takjub juga mendengar curhatannya. secara rekan saya ini speaks good english and has high level of expertise in culinary yang bahkan sudah membawa dia ke dapur-dapur di banyak negara. kalo bicara finansial, gaji dia oke bangetlah karena keahliannya itu. itu beberapa hal yang tidak dinikmati saudara-saudaranya. good money, penghargaan atas keahliannya, posisi di departemen kuliner and lots of travelling.

hmm... mindset orang tentang pekerjaan yang *penting* lain-lain ya? yang lebih menyedihkan sepertinya adalah stereotyping tanpa benar-benar memiliki pengetahuan yang baik mengenai apa-apa yang dinilai. doh.

001166

9 Responded

dewi
30 June 2006 10:37
dewi , say:

iyah.. bahkan ada yang dengan pedhenya mengenyek2 kerjaan orang laen, padahal kerjaan dia ndiri juga tak lebih keren. hihihi.. *masi kebawa suasana ceting*

huihihi emang ada kerjaan yang lebih atau kalah keren yak? tapi kalo yang satu itu emang ngga bangeeddd *ceting kita teruskan yiiiuuukk*
Kodokijo
30 June 2006 16:07
Kodokijo , say:

BIla segala sesuatu dinilai dari sisi gengsi, yg terlihat malah kedangkalan wawasan dan kepicikan ilmu. Butuh kecerdasan emosi untuk menilai sesuatu. Salam Nananias !

Sunday
30 June 2006 18:04
Sunday , say:

Yang penting kita nyaman dan Makmur dengan hasil kerja kita, semuanya lewat..


Go to hell with appreciation...
I just do work for financial.

balung
30 June 2006 18:09
balung , say:

sori sebelumnya kalo komenku gak nyambung.
aku mo nanya bapak dan ibunya Budi itu namanya siapa seh? sumpah dari kelas 1 ampe kelas 6 aku ga pernah tahu namanya

dika
1 July 2006 01:52
dika , say:

humm, bapak ibu budi namanya budi senior bukan? :p

dan bener juga soal judgement sepihak itu sii.., tapi kalo orangnya PD + nyaman2 aj, pasti hasil akhirnya lebih enak.. =)

*teori yg tidak berlaku bagi seorang trainee berpenghasilan kecil dengan jenis pekerjaan yg blukuthuq.. xp

lenje
1 July 2006 04:28
lenje , say:

huahahha.. belom tau mereka kalo chef di negara2 maju sudah masuk kelas selebriti! lebih kaya, jelas, terkenal pula.

isi buku pelajaran membaca SD ala budi-wati ini kan sudah bolak balik dikritik. ada yg tau gak sekarang modelnya gimana?

wedhouz
1 July 2006 04:46
wedhouz , say:

pilih mana, kerja pake celana pendek trus kluntrang-klantrung ato pake baju necis plus dasi trus serius en mikir terus :-P

kutu
1 July 2006 13:55
kutu , say:

lho, wong aku pernah tuh bercita-cita jadi cook itu, sayang masak mi instan wae ra genah blas hahaahaha...

buku es-de itu masih ada di rumahku, bu. hahahaha.. benar2 deh ibu ini, mencerahkan siang saya yang kering kerontang ini :p

Fernando
4 July 2006 17:48
Fernando , say:

cooking with style... :D

Give Me Some Thoughts




Remember Me?

(you may use HTML tags for style)


ABOUT THIS ENTRY

You are reading "kasta kerja", an entry Jotted down on 30 June 2006 10:52

Next:
kamu udah punya pacar 'dik?

Previous:
satu bahasa, bahasa indonesia

See my another thoughts or back to start page.