kemasannya perlu ...
pernah dong beli sesuatu karena tertarik kemasannya? karena tampilan luarnya sungguh memikat?
pernah juga ga merasa kecewa setelahnya? karena isinya mengecewakan? tidak sesuai dengan gambaran yang diciptakan melalui kemasannya?
seringkali dalam hidup kita juga cuma melihat kemasan. wajar saja sih karena kemasan itulah yang keliatan terlebih dahulu. iya ngga? nah tapi kalo muncul kekecewaan seperti saat membeli produk yang isinya sungguh menghianati kemasannya gimana dong?
misal nih kita jadi tertarik untuk berteman dengan seseorang karena nampaknya si calon teman menyukai jenis musik yang sama dengan kita. hohoho bisa liat last.fm gitu lho :p tapi tunggu, ternyata oh ternyata dia suka musik itu karena musik itu kebetulan aliran musik favorit pacarnya *gubraaakkkk" no wonder jadi auauau pas diajakin ngobrol qkqkqkq..
ngga bedalah ama produk-produk yang bertebaran di pasar. kalo ada satu produk yang laris manis maka produk-produk lain akan segera mengikutinya entah dengan tagline, kemasan atau kandungan bahan yang sama atau mirip mirip. hih.
kadang kita gitu juga kan? yang suka ganti "kemasan" dipengaruhi oleh iklim sekitar. ya akibat pengaruh orang-orang di sekitar kita. mungkin kita jadi ikut suka musik tertentu atau fashion tertentu. atau apalah.
hohoho.. itu salah?
ngga juga sih. selama ngga melulu ada angin ke timur ikut ke timur, ada angin ke barat ikut ke barat. jangan hanya karena ikut-ikutan apalagi sekedar menyenangkan orang lain. atau biar dibilang keren kalo ikutan trend yang sedang hip. hohoho.
well mungkin awalnya suka sesuatu karena ikut-ikutan trend tapi bukan ngga mungkin kan jadi beneran suka dan lepas dari motivasi awal yang mungkin ngga banged jadi serius menekuni hal tersebut. itu baru lain cerita.
jangan cuma ganti kemasan. kemasan penting tapi isinya juga dong. masak iyah isinya itu-itu doang, kemasan doang yang ganti warna. hohoho. bisa-bisa kayak bunglon dianggap ngga berpendirian. ge punya style.
lagian kalo sesuatu yang mau dipake sebagai kemasan sungguh ngga bikin nyaman, ngga usah maksa kali yah?
0008994 Responded
yup!!! li'l example... somehow they pay too much attention on the brand names when it comes to fashion. they're willing to pay so much for clothing/shoes/bags, which sometimes with huge logo on the shirt/pants/bag... just so they can look upscale. meanwhile, they don't realize that they are being used by those companies to be a walking billboard ads for them for free, WITHOUT even getting PAID! companies pay models/actress so much $$ to wear their clothes, and these people spend $ without even earning anything.
PLUS... you don't need to spend million bucks to look million bucks. all you need is the skill of how to mix and match everything and how to conduct yourself when you're in that outfit and in a certain situation. what's the point of spending so much $$ for all those brand names, but you still look like a slug only 'cuz you dunno how to carry yourself?
hohohoho you said it out loud there sista! and yep. those who only go for cover are so lack of style :D just another out of the mold manequin hehehe
Can' t agree with you more!
Never care about 'look' or 'trend'. First because I couldn't afford it, and now because I don't need to. Who cares about what I am wearing, the most important thing is how long I can keep up with interesting discussions without the urge of going to bathroom every 10 minutes to check my make-up or cleavages.
I always feel lucky to finally able to find and live in another society than the imposing look-is-everything society.
yup. living in a cultural society where culture is all about books, music, arts, debates and lively discussions ;)
ah, na.. i got ur point!!! *wink..wink*
emang ga penting banget seh..klo kita cuman sekadar ngikut2 orang laen, biar dibilang "keren", yah misal ttg selera lagu, gaya ngobrol, baju, etc..etc..meski ga bisa di pungkiri juga, kadang selera orang laen mempengaruhi kita.
ga muna, gw juga pernah tuh seperti itu, tapi bukan mengganti kemasan, gw hanya menambah kemasan, hehehe.. ;)
point apa ya dik dewi? hiehiehiehiehie.... waks menambah kemasan? pake wig gitu maksud lo? hahahaha.. yep. awalnya kepengaruh kalo akhirnya beneran suka dan enjoy sih gepapa asal jangan cuman untuk make impression atau menyenangkan orang lain padahal ngga suka huhuhu.. yang kek gitu sungguh tak punya style :D
that's why they say 'don't judge only from the cover'... and somehow, i notice that's how many (i said MANY, k? :) not all) indonesians judge others... from their race, job, $$, etc.... somehow they ALWAYS assume and find a way to give their comments or make a rumor out of it.