kunyahan
punya dan ngebesarin anak itu termasuk investasi yang tidak menguntungkan.
baru kalimat itu yang tercetus dari mulut seorang teman ketika kami makan siang ketika beberapa teman yang lain langsung sibuk mencemooh kalimatnya dan mengemukakan bantahan-bantahan dengan semangat. dan tidak memberi kesempatan kepada teman saya yang mengucapkan kalimat diatas, karena setelahnya mereka pamit cabut duluan.
saya tidak. bukan kenapa, makanan saya belum habis, ngga baik buang-buang makanan. dan ternyata omongannya asik didengar sambil sibuk ngunyah.
saya jadi berpikir mungkinkah orang-orang suka sibuk sendiri membantah omongan orang lain termasuk yang belum sepenuhnya didengar, karena takut ada sisi kebenaran dari omongan yang terdengar sumir yang dilontarkan orang lain itu?
0013077 Responded
jadi apa akhirnya uraian temanmu itu? *penasaran*
nanti saya uraikan! *masih ngunyah* huihihi :p
habis berapa sendok kunyahannya buw? *wink*
hihihi banyak git, malu bilangnya :p
yg ngomong gitu udah punya anak blom? kalo blom, sama aja bilang api itu panas, tapi belum pernah megang. bullshit semata. kalo udah, berarti dia tipe orang yang tidak punya perhitungan yg matang. udah tahu ga menguntungkan masih punya anak juga, hehehe...
intinya, temen yg begitu mending dijauhin , hahaha//...gaguna
nah kan ada yang komenin kalimat teman saya meski belum tau kalimat-kalimat berikutnya hihihi. in any case it is perfectly okay for me *wink*
I got another thought...
Mungkin orang ga sabar untuk dengerin orang lain ngomong sampai selesai because they are self-centered people.
They think their thoughts are the perfect one, and they have answers for everything.
Peace :D
itu mungkin juga :) peace to you too.
mmm... ngunyah juga ah. ngunyah sambil dengerin lebih baik daripada ngunyah sambil ngomong kan? hehehe
Dua hal:
-aku suka baca kata 'kunyahan' entah kenapa...
-sumir itu apa?
udah, dua hal itu aja :P
Kebenaran kadang berwajah mengerikan (cieeeee).