pelajaran dari seekor anjing
Jotted down on 1 March 2006 10:43 with 4 Responded
semalam saya panik setengah mati pas balik ke rumah dan mendapati tigger terjepit diantara pintu gerbang. melihat tatapan tigger yang panik dan air ludahnya yang berceceran dilantai, saya makin panik. sepertinya saat saya tinggal untuk keluar makan dia menerobos jendela lalu keluar rumah loncat pagar. dan yep memang sudah seminggu ini dia bisa loncat pagar rumah yang lumayan tinggi. 1,5 m. dengan tumpuan pot tanaman. gosh.
eniwei sepertinya dia keluar untuk mencari saya dan karena tidak menemukan saya dia berusaha masuk kembali melalui pintu gerbang. ah karena dia sekarang besar sekali, sela-sela batangan besi pintu pagar sudah tidak cukup untuknya. alhasil dia nyangkut. setengah badan udah masuk, setengah badan masih diluar. dan we are talking about sela-sela besi bagian tengah dari pintu pagar saya. kira2 50cm tingginya. alhasil dia seperti nyangkut diantara terali besi di udara. duh.
saya tidak berani membayangkan sudah berapa lama tigger berada dalam posisi seperti itu. err saya keluar makan sekitar 1,5 jam. huhuhuhu...
berdua teman saya, kami berusaha melepaskan tigger. dan itu susah sekali. badannya besar sekali sedangkan sela antara besi satu dan yang lainnya itu tidak terlalu lebar. entah bagaimana cara tigger memaksa dirinya hingga sukses memasukkan setengah badannya. gosh. tigger diam saja. tidak mendengking kesakitan atau apa. dan itu menambah kepanikan saya. my.
saya tidak sampai hati mendorong badan tigger. saya tau dia merasa kesakitan. tapi itu satu-satunya cara supaya dia bisa lepas dari himpitan besi itu. akhirnya setelah beberapa saat tigger bisa kami lepaskan. ada darah ditangan saya. kaki tigger terluka di beberapa tempat, terkena besi berukir di pintu gerbang. tambah paniklah saya. apalagi tigger terlihat lemas. saya takut kakinya patah atau apalah. tapi lalu saat saya duduk dia bisa loncat ke pangkuan saya. berarti nothing is wrong kecuali luka-luka kecil itu. akhirnya saya bisa bernafas (sedikit) lega. semalaman tigger tidak mau jauh-jauh dari saya. eh biasanya juga gitu dink hehehe...
pas saya inget-inget lagi drama penyelamatan tigger, saya jadi berpikir terkadang saat kita mendapat masalah seringkali kita melihat bantuan dari orang-orang dari sekitar kita sebagai sesuatu yang membuat kita makin menderita. kita menganggap mereka tidak cukup mengerti penderitaan kita. tidak berbelas kasihan. bahkan dorongan untuk memulai memikirkan solusi dan berhenti menangis saja bisa kita anggap sebagai ancaman. yang membuat kita marah. atau bahkan menghindar. hmm, terkadang kita perlu diam mendengar input dari mereka sepertinya. dan memikirkannya. sebelum keburu nafsu marah atau putus asa duluan.
seperti tigger yang diam saat kami dorong supaya bisa lepas. tidak meronta-ronta sedikitpun meski saya tahu pasti dia kesakitan. lalu setelah lepas dia mulai take care semua luka-lukanya. hmm..

Posted at 1 March 2006 11:14
ah, ini ngingetin gw ma kejadian leot kmaren.
alhasil, malah ancur smua, hiks.. untung dah dibenerin skrg.
ga smua yg kita pikirin itu benar yah, na?