sering?
+ eh 'na, si anu online ngga sih?
- ngga. napa?
+ ooh. kirain dia stealth setting gue.
- kok?
+ habisnya dia jarang online gitu.
- lha emang dia jarang online.
+ ooo, ya sut kalo gitu hehe
- hayooo lo suka stealth setting juga jah? huehuehue
+ hahaha...
seberapa sering ya kita memakaikan ukuran atau pikiran kita ke orang lain? menafikan kemungkinan lain dan lebih memilih menganggap mereka seperti apa yang berkelebat di benak kita sendiri?000944
8 Responded
Ngaku deh kalo aku sering banget gitu, menganggap orang lain spt gimana aku membayangkannya. Tapi emang seperti itulah aku hehehe
btw bukan hanya jarang tapi aku emang gak pernah online, jadi bukan hasil ngeset appear permanently offline lhooo ;)
gapapa yang penting udah ada kesadaran jadi lebih mudah untuk mengubah diri *sok bijak mode : on* hihihihi. eh tapi kamu membayangkan aku itu baik dan pintar kan? bwahahahahahahaha... eeeeeh lho lho lho ga pernah online kok apal bahwa istilahnya permanently offline? *garuk-garuk dagu* huuuuuu :p
Yg begini ini bisa disebut narsis juga kali ya...maunya orang ngikut kita terus...biar kita dapet pujian...hehehe...gila ya
kalo narsis bukan kali jah, narsis itu mental disorder yang menjadikan penderitanya cinta pada diri sendiri secara berlebihan nah kalo yang ini kecenderungan manusia yang suka bener curigaan dan berasumsi berdasarkan pikirannya sendiri tentang orang lain, ngga melulu biar orang lain ngikut sih.. namanya apa yah? hehe
masalahnya kita juga diajar untuk "memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan org lain"....
trus kalimat itu dibalik jadi : "diperlakukan orang lain seperti kita ingin memperlakukan orang lain"
gitu gak sih ?
gimana sih caranya bikin emoticon yang matanya berputar-putar tanda bingung itu? hihihihihi...
"treat others as you wanna be treated" mungkin berlaku untuk hal2 positip ajah kalee yah?!
klo untuk hal2 negatif, sebisa mungkin untuk ga mengukur dari apa yg sering kita lakukan..
*sok angel*
dikau benar teman ;)
dikaw juga pernah kan stealth setting gw? HIH! teman macam apah ituh...
ijah pernah pas kita perang dingin yang dimulai dengan kekeraskepalaan elo. hih. tapi setelah itu kita makin sayang kan? *peyuk peyuk ifan*
tp na knpa kita seperti itu bukankah itu krna feedback juga dr mreka yg bersikaa sprti itu ke kita?
mungkin saja git. tapi kejahatan bukannya harus dibalas dengan kebaikan *sinetron mode : on* hahahahaha
lah intinya ini sama dg posting gue di multiply bertajuk "bermain dengan pikiranmu sendiri"
uijahkan? wah ntar aku baca deh buneee
treat others the way you want them to treat you... that way, this kinda suspicion will likely not happen