siapa takut?
yaelah na. anakku kan anak kampung. dah biasa kali dia berenang. belajar sendiri gitu deh langsung nyebur di kali deket rumah.
itu jawaban temen saya ketika saya tanya bagaimana dengan anak laki-lakinya yang dia bawa serta ke kota tempat kami seminar dan apa ga bahaya ninggalin anaknya all by himself berenang seharian.
huhu iya juga jah. jadi inget orang tua yang suka cemas lalu mengultimatum dengan segepok larangan tanpa alasan logis, yang akhirnya lebih sering menjadi pemicu ketakutan. niatnya sih baik tapi end resultnya? hmm.
belum lagi anak-anak jaman dulu yang dah ngeper duluan kalo mau nanya kenapa ngag boleh bu? yah? .... ahiehihaiehia jadi ngaku kalo termasuk anak jaman dulu :D
0013332 Responded
Hmmm ...
I have almost the same thought when it comes to stopping my little one from exposing herself to "danger". I was almost let her explore things the way she wanted it to be.
It stopped. Out of the blue it did stop, not because of something illogical.
Because a daughter of my friend's friend, a 14 year old girl, was kidnapped in the middle of a daylight, in a huge shopping mall, kidnapped for four days, and raped by SEVEN guys.
Then lost her mind, almost forever now. And the mother too.
At this very period of time, we could not just judging parents who stops their children from doing things they way they want to do it by calling them being illogically unreasonable. Things happen beyond our imagination, nor anticipation.
Difficult ? Mind you, it is.
hehehhe... aku suka ngerasa beruntung bahwa waktu kecil dulu aku dibiarin sama ortuku main di mana aja, sama siapa aja. Emang hasilnya antara lain tanda2 perang di sekujur kaki dan lengan (untung sebagian besar sudah ilang), tapi kenangannya menyenangkan!