surga itu ada dimana?
Jotted down on 8 May 2006 03:10 with 7 Responded
dan ketika darah membanjiri setiap jengkal tanah dari kedua belah kubu yang bertarung atas nama apapun, alasan apapun, tujuan apapun, apakah yang bisa memberi arti bagi kata kemenangan?
akhirnya saya nonton juga kingdom of heaven. basi yah? sebenarnya saya tidak terlalu tertarik menonton film epik kolosal. tapi untuk orlando bloom? hehehe lain persoalan!
in a sense alasan saya membeli dvd ini juga karena dari resensi saya tahu kalau film ini akan menyentuh wilayah yang bukan barang baru bagi masyarakat indonesia, konflik antar agama. saya penasaran melihat bagaimana hollywood akan memaknai konflik yang terjadi di abad keduabelas itu.
mau mulai dari urusan sinematografi? ah i don't wanna fool myself karena yang saya tahu soal sinematografi ngga jauh dari pengetahuan saya tentang wine. sama-sama cuman bisa pakai dua kata. manis dan pahit untuk wine, bagus dan jelek untuk satunya lagi. :D
this is one hell brilliant movie that one have to watch! eh jangan-jangan semua udah kecuali saya yah? hihihi... pay attention to its smart dialogues! four thumbs up mr. ridley scott!
konflik yang terkenal sebagai konflik agama disentuh dengan cara yang humanis. tidak jarang malah dibuat *lepas* dari segala perdebatan soal agama. terlepas dari topiknya yang lumayan berat, film ini berhasil menyampaikan satu pesan tentang keuniversalan tiap agama.
melalui beberapa tokoh dalam film ini, agama tidak dimaknai hanya sebagai nyanyian pujian ataupun doa-doa kepada tuhan yang mereka yakini. tapi usaha membela yang lemah. menciptakan perdamaian. tidak melulu memikirkan kepentingan diri sendiri. menghargai orang lain. bertoleransi. dan banyak lagi.
bentuk kongkrit dari beragamakah? pertanyaannya : kenapa kita selalu sibuk mengaitkan hal-hal praktis dalam kehidupan itu dengan agama? atau kalo mau lebih frontal, apa iya cuma orang beragama yang bisa melakukan itu semua? bukan rahasia kan kalo orang yang mengaku beragamapun tidak melakukan hal-hal diatas?
tidak ada yang salah dengan agama atau kepercayaan kita terhadap tuhan yang kita percayai. tapi akan kemana kita kalo kita selalu lebih sibuk membandingkan ajaran agama yang kita peluk, tuhan yang kita percayai, aturan-aturan yang ada? makna apa yang akan disandang tiap agama ketika semua menjadi fanatik gelap mata menafikan nilai kebaikan dari agama orang lain?
apa tidak akan lebih indah kalo menunjukkan iman percaya melalui tindakan di kehidupan keseharian kita? mustinya bottom of line semua mengajarkan tentang kebajikan kan?
a better world than has ever been seen. a kingdom of conscience. a kingdom of heaven.

Posted at 8 May 2006 07:49
sebenarnya justru ketidakpahaman itu yang bikin rancu. parahnya, krn ga paham, maka selalu mencari yang disebut kebenaran, dengan membanding2kan dnegan yg laen. bukankah memang agama adalah sudah benar, tanpa membending2 kan dengan agama laen..?? pake di blog segala..