where were you while we were getting high?
Jotted down on 14 July 2006 03:50 with 10 Responded
epitaph-nya king crimson is definitely lagu yang ingin saya dengarkan di hari kematian saya. i love this song! somebody please take note and do accordingly ketika tujuan hidup saya datang mendekat.
dan ya. tujuan hidup buat saya memang mati.
kalo mau bermain-main dengan semantik maka tujuan mempunyai arti arah. nah setelah hidup eventually kita akan mati kan? sebagai orang yang tidak berpikir ada kehidupan setelah kematian ataupun reinkarnasi maka ya, hidup saya akan mengarah ke kematian. soalnya setelah mati ya sudah. titik. pasta. finito.
saya mengagumi orang-orang yang tujuan hidupnya membahagiakan orang lain. membuat perubahan buat sekelilingnya. menjadi individu yang berguna buat negara, agama dan apalah itu. wah. terlalu utopia buat saya memiliki tujuan hidup seperti mereka. tujuan hidup saya ya sesederhana itu. mati.
saya langsung membayangkan beberapa orang (termasuk orang-orang didekat saya) mendelik membaca muntahan pikiran saya ini, hush ngga baik ngomong soal kematian kayak gitu! pertanyaan yang selalu ada di kepala saya adalah what is so morbid talking about death?
apa karena keengganan berbicara soal surga dan neraka? soal siksaan? kemana saya setelah mati? di surga atau malah terbakar api neraka?
saya tidak tahu.
tapi saya selalu berpikir ketidaksukaan orang berbicara tentang kematian ada kaitannya dengan keengganan berbicara tentang neraka. tempat yang harus dihindari. karena penuh siksaan dan sengsara. hingga orang berlomba-lomba berbuat kebaikan selama hidupnya supaya masuk surga. bukan karena alasan yang lain.
saya belum pernah berbicara dengan seseorang yang pernah masuk neraka terus kembali lagi kedunia dan menceritakan seperti apa neraka itu. maksud saya neraka yang ada di kitab-kitab itu. ya saya tahu untuk tahu narkoba itu berbahaya tidak harus dengan jalan mencobanya. tapi saya jadi berpikir juga, emang kita masih bisa merasakan siksaan kalau udah mati?
saya tidak tahu.
saya belum pernah mati untuk bisa menceritakannya.
beberapa orang berpikir tujuan hidup untuk berbuat kebaikan, membuat perubahan yang berarti selama hidup ba bla bla itu ada kaitannya dengan *menyiapkan bekal* untuk kehidupan selanjutnya. hmm kehidupan selanjutnya? kalo itu ada berarti kita sudah bukan kita dong? kan harus mati duluan? atau ressurection?
people say setelah mati cuma tinggal soul, spirit, matter atau apalah itu namanya yang bakalan tetep ada. nah trus kalo bekal kita kurang baik ntar siapalah itu dari diri kita yang hidup di kehidupan selanjutnya bakal dapat kesulitan gitu?
sekali lagi saya kira pertanyaan saya yang satu inipun akan seperti balon gas berwarna yang terlepas dari tangan seorang anak kecil yang cuman bisa memandanginya hilang di awan-awan.
tujuan hidup saya mati.
saya tahu saya diberi banyak pilihan bagaimana saya live my life. bagaimana saya akan menyentuh orang disekeliling saya. tapi tujuan hidup saya tetap. mati. setelah mati nanti, biarlah jadi urusan saya dengan bapa saya itu.

Posted at 14 July 2006 08:25
anjjrrittt...sambil baca tulisan lo ini, kok pikiran gw malah melayang ngikutin ceritanya yah? ga kerasa sampe kuburan, surga, neraka, trus..balik lagi, depan kompi gw. baru nyadar lagi, ooo..cuman tulisan toh?!